Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 6 Februari 2019), Dalam rangka menyusun Kamus Kompetensi yang diminta oleh KeMenPan Reformasi Birokrasi (RB) sebagai standar kompetensi jabatan APN sesuai PMP   RB Nomor 38 tahun 2013, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Workshop Kamus Kompetensi BATAN bertempat di Ruang Madya PAIR, Rabu (6/2).  Hadir dalam acara tersebut untuk mendapatkan pemahaman dalam penyusunan kamus komptensi BATAN selain dari PAIR, juga perwakilan dari Pusat Teknologi Keselamatan dan Teknologi Radiasi (PTKMR)-BATAN dan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)-BATAN.

Dalam sambuatannya sekaligus membuka acara workshop, Totti Tjiptosumirat selaku Kepala PAIR menyampaikan bahwa penyusunan kamus kompetensi bidang Aplikasi Isotop dan Radiasi ini merupakan bagian dari kamus kompetensi BATAN.  Tak lupa Totti mengucapkan terima kasih atas kehadiran BSDMO dalam acara tersebut dan berharap kehadiran perwakilan BSDMO sebagai narasumber dapat memberikan masukan dan tambahan dalam penyusunan kamus kompetensi bidang tersebut.

Sebagai Koordinator workshop Penyusunan Kamus Komptensi BATAN, Irawan Sugoro menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk menjadi pedoman dalam menyusun kamus kompetensi bidang aplikasi isotop dan radiasi kelompok pemanfaatan isotop dan radasi spesialisasi : pertanian, peternakan, kesehatan, industri dan sumber daya alam dan lingkungan

Acara Workshop ini menampilkan 3 (tiga) pembicara, yaitu :

Haerudin dari BSDMO, menyampaikan presentasi mengenai Pola Penyusunan Kompetensi Teknis.  Seperti diketahui bahwa penyusunan kompetenasi teknis dibuat oleh unit kerja masing-masing.  BSDMO dalam hal ini hanya sebagai pemandu dan mengkompilasi hasil masing-masing unit kerja.

Bagiyono sebagai pembicara selanjutnya berbagi pengalaman dalam menyusun kamus kompetensi Unit Pusdiklat. Diakhir acara Farid Candra Perdana sebagai pembicara terakhir memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan hasil penyusunan kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan mengisi kamus kompetensi teknis PAIR. (anari)