Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 10/03/2019). Tahun ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memasuki tahun terakhir Rencana Strategis (Renstra) 2015 – 2019. Untuk Renstra 2020 - 2024, BATAN ingin lebih hadir ditengah masyarakat, salah satunya melalui perbaikan varietas padi lokal. BATAN menargetkan 12 varietas padi lokal dapat diperbaiki dalam 5 tahun kedepan. Hal ini disampaikan Deputi Kepala BATAN bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar, saat Media Briefing, di Rumah Makan Roemah Nenek, Bandung, (08/02).

Ia menceritakan, saat mengadakan pertemuan dengan stakeholders beberapa bulan lalu di Yogyakarta, banyak pemerintah daerah, seperti Kabupaten Musi Rawas - Sumatera Selatan, Kabupaten Agam – Sumatera Barat, Banten, Bali, Kalimantan, hingga Polewali Mandar - Sulawesi Barat,  yang menyatakan ketertarikan agar varietas padi lokalnya dapat diperbaiki dengan teknologi nuklir.  “Kabupaten Klaten dengan varietas lokal Rojolele misalnya, sangat menunggu kapan perbaikan varietas lokalnya dapat segera dirilis oleh Kementerian Pertanian (Kementan),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, teknologi nuklir dapat membuat umur tanam padi lebih pendek, produktivitas meningkat, dan  tahan hama. Sebelumnya, BATAN sudah menghasilkan 23 varietas padi unggul. Namun ia tidak menampik bahwa terkadang dilapangan ditemui kendala adanya fanatisme masyarakat setempat untuk menggunakan varietas lokal.

“Terkadang masyarakat setempat itu, kan, fanatik, maunya pakai varietas lokal. Maka, kedepan, kami menargetkan 12 varietas lokal dapat diperbaiki. Untuk dapat dirilis oleh Kementan harus uji lokasi, kalau varietas lokal 2 lokasi, misalnya Klaten Utara dan Klaten Selatan, kalau varietas nasional 10 lokasi,” jelasnya.

Beberapa capaian yang dihasilkan BATAN di bidang pertanian pada Renstra 2015 – 2019, yakni varietas padi Mustaban (Mutasi Radiasi Varietas Banten) dan Mustajab (Mutasi Radiasi Varietas Jawa Barat). Selain padi, ia mengatakan tantangan BATAN kedepan adalah mengembangkan tanaman kapas dan tanaman hias.

“Ada masukan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) agar BATAN juga mengembangkan tanaman kapas yang sangat dibutuhkan di banyak negara. Selain itu, BATAN, kan, ada di Jakarta yang nggak punya lahan. Kalau mengembangkan tanaman hias, berpotensi juga untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya (tnt).