HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 14/05/2019),  Pusat  Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menerima kunjungan 4 pegawai Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2KMI-LIPI), Selasa (14/05) di Ruang Rapat Madya-PAIR. Kunjungan diterima oleh Kepala Bidang Pertanian PAIR, Irawan Sugoro mewakili Kepala PAIR didampingi Kepala Unit Jaminan Mutu PAIR, Nana Supriatna. 

Dalam kunjungannya, Lutfah Ariana menyampaikan bahwa P2KMI-LIPI berencana untuk mengajukan permohonan pendaftaran akreditasi kepada Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Oleh karena itu dalam mempersiapkan pengajuan akreditasi KNAPPP tersebut, P2KMI-LIPI ingin melakukan diskusi dengan PAIR-BATAN sebagai lembaga yang telah terakreditasi dan masih aktif sampai ini dalam rangka mendapatkan masukan. 

Irawan menyambut baik kunjungan ini dan membuka acara diskusi dengan menyampaikan tentang sejarah PAIR dan dampak sistem mutu KNAPPP yang diterapkan di PAIR.

Nana Supriatna berkesempatan menyampaikan gambaran tentang Penerapan Sistem Manajemen Kelitbangan berdasarkan Pedoman KNAPPP Nomor 02 Tahun 2017 tentang Persyaratan Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan dan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Bidang Kepakaran Pranata Penelitian dan Pengembangan.

Dalam pemaparannya disampaikan juga tentang persiapan, pelaksanaan dan pada akhirnya PAIR mendapatkan akreditasi KNAPPP sejak tahun 2004. Di tahun 2004, PAIR mendapatkan 2 ruang lingkup kepakaran yang terakreditasi, tahun 2008 PAIR mampu menambah 4 ruang lingkup kepakaran menjadi 6 ruang lingkup kepakaran. Tahun 2013 PAIR kembali menambah 2 ruang lingkup kepakaran yang diakreditasi sehingga menjadi 8 ruang lingkup kepakaran.

Dalam diskusi ini, Lutfah Ariana meminta arahan terkait ruang lingkup kepakaran yang akan diakreditasi. Di akhir diskusi, P2KMI akan melakukan persiapan internal yaitu persiapan pemenuhan persyaratan permohonan akreditasi berupa dokumen level 1 (Panduan Mutu), level 2 (Prosedur), level 3 (Instruksi Kerja) dan level 4 (formulir-formulir). (anari)