HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 17/07/2019). Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan memperkenalkan hasil litbang terbaru BATAN berupa 2 varietas tanaman kedelai yang unggul ditanam di lahan kering, yang diberi nama Kemuning 1 dan Kemuning 2. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN mencapai 12 varietas.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering dibandingkan dengan tanaman kedelai lainnya dan juga memiliki ukuran biji yang lebih besar,” demikian disampaikan Anhar dalam konferensi pers di Gedung Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (17/07).

Menurut Anhar, litbang iptek nuklir di bidang pertanian dan pangan adalah salah satu litbang BATAN yang selama ini dapat dibanggakan. ”Oleh karena itu litbang di bidang ini akan akan terus dilanjutkan untuk memperbanyak varietas-varietas unggul, khususnya tanaman pangan,” katanya.

“Ke depan BATAN akan terus berinovasi, agar lebih banyak lagi produk litbang BATAN yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dan punya impact untuk peningkatan sosial ekonomi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Namun yang perlu menjadi perhatian penting bagi BATAN adalah sosialisasinya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dimana dan bagaimana caranya memperoleh produk litbang BATAN. “Upaya kerja sama terus dibangun antara BATAN dengan Kementerian Pertanian maupun dengan pemerintah daerah untuk memudahkan diseminasi serta penyebaran produk litbang BATAN, khususnya di bidang pertanian agar sampai kepada masyarakat,” kata Anhar.

Dalam kesempatan ini, Peneliti BATAN,Yuliasti menjelaskan bahwa kedelai varietas Kemuning selain tahan terhadap lahan kering juga mempunyai beberapa keunggulan diantaranya produktivitas tinggi yakni 2,87 ton/hektar untuk Kemuning 1 dan 2,92 ton/hektare untuk Kemuning 2, tinggi tanaman lebih pendek sehingga tidak mudah rebah, mempunyai kandungan protein yang tinggi, ukuran bijinya yang besar, dan rasanya gurih.

Baca juga : http://batan.go.id/index.php/id/kedeputian/sains-aplikasi-teknologi-nuklir/aplikasi-isotop-dan-radiasi/5570-kemuning-kedelai-mutan-yang-tahan-di-lahan-kering

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering di Indonesia. Dengan ukuran biji yang lebih besar dan dapat bersaing dengan kedelai impor, kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 menghasilkan tempe yang lebih gurih dibandingkan dengan kedelai impor,” tutur Yuliasti.

Kata Kemuning menurut Yuliasti diambil dari singkatan Kedelai Mutan Tahan Kering yang merupakan varietas kedelai hasil perbaikan varietas Panderman dengan memanfaatkan teknik mutasi radiasi. (mirah)