HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 24 Juli  2019), Dosen Universitas Trisakti mengunjungi Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk memberikan sharing knowledge kepada pegawai PAIR mengenai Total Quality Management (TQM), Rabu (24/07). Sharing knowledge yang disampaikan oleh Dosen Universitas Trisakti Jurusan Teknik Industri ini dimaksudkan untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya yaitu Pengabdian kepada masyarakat. Tema yang diusungnya adalah “Peran Total Quality Management dalam Membangun Kinerja Organisasi. Sebanyak 45 orang pegawai PAIR hadir dalam acara tersebut yang bertempat di Gedung Pertemuan PAIR.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara workshop, Totti Tjiptosumirat menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pegawai PAIR sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja pegawai dan pengabdian kepada negara. “Memang PAIR adalah organisasi di bidang Penelitian dan Pengembangan,” kata Totti, namun terlepas dari itu tidak bisa tidak peran serta seluruh pegawai sangat diperlukan. Oleh karena itu komunikasi sangat dirasa penting. Adanya suatu intergritas, saling percaya dan terbentuknya team work yang solid dibutuhkan koordinator/leader. Menurut Totti, pengakuan akan menimbulkan rasa percaya diri, seperti diberikan jabatan, wewenang tapi tidak diakui sepertinya tidak baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini Totti mengharapkan peserta dapat mengikuti workshop ini sampai dengan selesai, sehingga dapat memahami tentang TQM.  “Manfaatkan acara ini, apalagi kegiatan ini gratis,” ujar Totti.  

Dadang Surjasa, Dosen Universitas Trisakti mengawali presentasi dengan menyampaikan tentang Peran TQM dalam Membangun Kinerja Organisasi. Beliau menyampaikan bahwa ada 3 tipe manusia yaitu : membuat sesuatu bisa terjadi, hanya sebatas melihat sesuatu yang terjadi dan bertanya apa yang terjadi. 

Presentasi ke-2 Didien Suhardini berbicara mengenai salah satu faktor pendukung TQM : Employee Empowerment, Team Work and Team Building. Dalam satu team, setiap anggota mempunyai karakter dan perilaku yang berbeda. “Justru hal ini memang baik agar anggota dalam satu team dapat saling mengisi dan melengkapi sehingga mendapatkan team yang solid,”kata Didien.

Dilanjutkan Tri Wulandari yang menyampaikan faktor pendukung TQM lainnya yaitu : Leadership dan Communication.  Manager bertugas untuk berfikir dan karyawan mengerjakan apa yang Manajer pikirkan sehingga karyawan yang baik adalah hanya mengerjakan apa yang manajer perintahkan. “Filosofi ini kuno,” kata Tri.  Dalam presentasinya dikatakan bahwa Kepemimpinan adalah kemampuan membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab terhadap usaha mencapai tujuan organisasi,

Setelah ISOMA acara Workshop dilanjutkan dengan pemaparan tentang Teknik/tools TQM oleh Dorina Hetharia. Tujuan dari Quality tolls adalah untuk mengetahui penyebab masalah yang membuat hasil tidak sesuai dengan target dan hipotesa. dan dilanjutkan dengan praktik kelompok dengan memanfaatkan satu atau 2 tolls 7 New QC yang dipandu olelh Tiena G. Amran. (anari)