Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 19 Agustus  2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)-BATAN mengadakan pelatihan Operator Bank Jaringan yang diadakan di PAIR dari tanggal 19 Agustus sampai dengan 23 Agustus 2019. Sebanyak 14 peserta dari berbagai instansi seperti RSA UGM, UPT Sel Punca RSCM, RS Fatmawati, RSUP Dr. Jamil Padang, PPIKSN-BATAN, BU-BATAN, PTKMR-BATAN serta pegawai PAIR yang terkait  hadir mengikuti pelatihan tersebut. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai Operator Bank Jaringan.

Dalam laporannya, Ketua Pengarah Yessy Warastuti menyampaikan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, Operator Bank Jaringan Riset BATAN (BJRB) yang merupakan bank Jaringan pertama di Indonesia akan memasuki masa purnabakti. Oleh karena itu perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan juga meningkatkan keahlian para personil yang sudah ada. Peserta  pelatihan  berlatar belakang bidang kimia, biologi, farmasi dan kedokteran.  “Selain untuk kebutuhan internal, pelatihan ini juga ditujukan untuk melatih SDM di rumah sakit yang telah memiliki Bank Jaringan dan yang akan mendirikan Bank Jaringan serta rumah sakit yang telah menggunakan produk dan jasa layanan BJRB,”kata Yessy.

Rina (Kepala Bidang Penyelenggara Pusdiklat) yang mewakili Kepala Pusdiklat dalam sambutannya mengharapkan agar adanya pelatihan ini  dapat meningkatkan kemampuan para operator Bank Jaringan. Adanya peserta dari rumah sakit, maka yang sebelumnya diusulkan sebagai pemagangan, ditingkatkan menjadi pelatihan.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara ini, Totti (Kepala PAIR) mengatakan bahwa Operator Bank Jaringan harus  standby 24,5 jam. Karena operator Bank Jaringan harus siap apabila jam berapapun tiba-tiba pengguna jasa mengambil cranium karena suatu alasan seperti meninggal dunia dan akan dimakamkan segera. Namun Totti mengharapkan  pemahaman dan pelaksanaan SOP Pelayanan Bank Jaringan ini tidak hanya dilaksanakan oleh BATAN sebagai fasilitas penyimpan produk jaringan biologi  tapi juga pengguna produk dan jasa layananan.  Di akhir sambutannya, Totti mengharapkan agar pelatihan yang juga merupakan sharing knowledge ini dapat bermanfaat.

Dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan teori selama 2 hari dan di hari ke-3 sampai dengan ke-5 peserta akan melakukan praktikum dengan dibimbing oleh pegawai PAIR yang profesional dan berpengalaman di bidang Bank Jaringan. (anari)