Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 26 Agustus  2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kembali mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)-BATAN tentang Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penunjang Aplikasi Teknik Nuklir Berbasis Mikroba yang diadakan di Ruang Pertemuan Bidang Pertanian PAIR dari tanggal 26 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2019. Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman serta keterampilan mengenai isolasi dan identifikasi bakteri serta pemanfaatan radioisotop untuk pengukuran pertumbuhan bakteri. Hal ini diperlukan untuk mendukung peningkatan produktifitas peneliti di PAIR khususnya dan BATAN pada umumnya serta meningkatkan kualitas riset dengan data penunjang yang komplit dan komprehensif.

Dalam laporannya, Ketua Pengarah (Irawan Sugoro) menyampaikan bahwa sebenarnya ada 43 peminat yang ingin mengikuti pelatihan ini. Namun setelah diseleksi maka sebanyak 30 peserta dari Unit Kerja di lingkungan BATAN  hadir mengikuti acara tersebut, yang terdiri dari : PSTNT 2 orang, PTLR 1 orang, PTRR 1 orang, PTKMR 8 orang dan 18 peserta dari PAIR.  Untuk lebih meningkatkan kompetensi SDM peserta, Irawan mengatakan bahwa di hari ke-2 dalam pelatihan ini, akan hadir memberikan presentasi 3 perusahaan yang akan mengenalkan alat baru secara digital, yaitu : Himidea, PT GSI dan PT Vanadia Utama.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Sudi Ariyanto (Kepala Pusdiklat-BATAN) mengatakan bahwa tahun 2019 ini adalah tahun terakhir mengadakan pelatihan secara tatap muka. “Nanti mulai tahun 2020 Pusdiklat telah membuat program dan akan mensosialisasikan kegiatan melalui coaching mentoring,” kata Sudi. Para Senior, pejabat fungsional madya dan utama diharapkan dapat mentransfer pengetahuan kepada yang lebih muda (yunior), dengan penugasan khusus. Transfer ini tidak hanya pengetahuan, namun juga sikap atau perilaku, sehingga nantinya pegawai menjadi insan pembelajaran kepada orang lain.

Pelatihan ini sangat mendukung program pemerintah yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju. Program Ketahanan Pangan sangat penting, dan diharapkan hasil penelitian dan pengembangan BATAN bisa menjadi salah satu pendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Diakhir sambutannya, Sudi mengatakan bahwa tema pelatihan ini baru pertama kali diadakan di BATAN. Diharapkan para peserta dapat memahami dan mengikuti pelatihan dengan baik dan lancar.

Megga R. Pikoli (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) mengawali presentasi sebagai pengajar tentang Pengantar Bakteriologi, dan dilanjutkan dengan Irawan yang menyampaikan mengenai ATN Bidang Mikrobiologi. Pelatihan kali ini lebih dititikberatkan pada praktikum. (anari)