Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Musi Rawas, 04/09/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) kedepan akan melakukan penelitian di bidang pertanian untuk menciptakan varietas tanaman unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrim. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada panen raya varietas padi kahayan di Agro Techno Park (ATP), Musi Rawas, Rabu (04/09).

Perubahan cuaca ekstrim yang terjadi saat ini bukan lagi sekedar wacana, namun sudah sering terjadi. Ketika musim kemarau bisa terjadi kekeringan dalam waktu yang panjang, begitu juga ketika musim penghujan, terjadi dalam jangka waktu yang lama dan jumlah air sangat banyak.

Kondisi ini menurut Anhar sering dikeluhkan oleh para petani, mengingat belum banyak varietas yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim. "Untuk menghadapi kondisi perubahan cuaca yang ekstrim, maka kedepan, BATAN diharapkan melakukan penelitian yang mampu menghasilkan varietas padi unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim," kata Anhar.

Ia menambahkan, penelitian di bidang pertanian yang dilakukan BATAN nantinya tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas saja, melainkan juga mampu menghasilkan varietas padi unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrim. Hal ini dilakukan melalui penelitian yang terintegrasi, mulai dari penelitian benih, budi daya, penggunaan pupuk, perbaikan lahan sampai pada tata kelola pengairan yang baik.

Terkait perbaikan varietas lokal, melalui kerja sama ATP ini, Anhar menuturkan bahwa saat ini BATAN telah memperbaiki beberapa varietas padi lokal di dua lokasi ATP yang berada dalam koordinasinya yakni varietas Rojo Lele di Klaten dan varietas Dayang Windu di Musi Rawas. Perbaikan varietas lokal ini diharapkan mampu memperpendek usia tanam dan mempunyai karakteristik yang lebih baik.

"Kerja sama yang selama ini telah dibina melalui ATP diharapkan para mitra BATAN di daerah bisa melahirkan varietas padi unggul yang berbasis pada varietas lokal tetapi dengan kualitas yang lebih baik. Contohnya varietas Dayang Windu yang semula memiliki masa tanam 6 bulan, namun dengan perbaikan varietas di batan, usianya menjadi 3 bulan lebih 1 minggu," tambahnya.

Baca juga : BATAN Lakukan Evaluasi Pelaksanaan STP

Menurutnya secara intensif BATAN menghasilkan varietas padi unggul untuk kebutuhan nasional dan lokal dalam rangka mendorong swasembada pangan. Selain cuaca ekstrim, menyempitnya lahan pertanian juga menjadi tantangan tersendiri bagi BATAN untuk menciptakan varietas padi unggul yang mempunyai produktivitas tinggi dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim. (Pur)