Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 01/10/2019). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) senantiasa memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan melaksanakan upacara di masing-masing Kawasan Nuklir di lingkungan BATAN. Pelaksanaan Upacara Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, diikuti oleh pegawai Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) dan Pusat Diseminasi Kemitraan (PDK) pada hari Senin (1/10). Bertindak sebagai Pembina Upacara Deputi Bidang PTN (Hendig Winarno). Kali ini sebagai pelaksana upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan tanggungjawab PTBGN.

Dalam sambutannya, Hendig menyampaikan bahwa Pancasila dan UUD 1945 sudah final dan tidak boleh diganggu gugat, karena merupakan landasan dan falsafah yang mengatur dan mengikat kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila mengandung makna yang sangat penting bagi sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Keberadaan dan perbedaan baik suku, agama, warna kulit dan sebagainya adalah merupakan jati diri sebuah bangsa yang perlu dihargai, dihormati dan diperlakukan secara adil.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, harus dijadikan sebagai kesempatan untuk merefleksikan tentang pemaknaan nilai-nilai dan kesaktian Pancasila. “Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global dan era revolusi industri, kita harus menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab dalam lika-liku zaman” kata Hendig. 

Hendig mengingatkan kepada peserta upacara bahwa memasuki tahun terakhir RENSTRA 2015-2019 yang tinggal 2,5 bulan lagi, agar menyelesaikan target dengan sebaik-baiknya, sehingga kita meninggalkan legacy yang baik untuk menyongsong RENSTRA 2020-2024.

“Kemungkinan dana litbangjirap 2020 akan berkurang, maka manfaatkan dana-dana dari luar DIPA seperti : Insinas, Dana Abadi, SBSN dll” kata Hendig.

Diakhir sambutannya, Hendig menyampaikan bahwa Visi BATAN yaitu Nuklir untuk Indonesia Berdaya Saing dan Sejahtera serta Misi BATAN yaitu : 1. Menghadirkan iptek nuklir yang unggul secara kompetitif dan 2. Mewujudkan Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan, maka kita harus dapat membawa produk teknologi nuklir ke masyarakat yang lebih signifikan dan berdampak luas, meningkatkan kualitas hasil litbang, roadmap yang jelas, tekno ekonomi yang realistis dan melibatkan mitra di luar BATAN serta karya tulis ilmiah harus mengarah ke level internasional sekaligus membangun jejaring.

Upacara ini berlangsung dengan hikmat. (anari)