Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 04/10/2019). Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi, beserta jajaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rejang Lebong berkunjung ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Dalam kunjungannya, ia bermaksud menggali peluang kerja sama dengan BATAN.

“Rejang Lebong punya banyak sekali potensi pertanian dan perkebunan. Kami datang kesini untuk menjajaki peluang kerja sama dengan BATAN dalam membangun potensi Rejang Lebong melalui teknologi nuklir,” ujar Ahmad Hijazi saat berdiskusi dengan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, di Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN, Jumat pagi (04/10).

Rejang Lebong, lanjutnya, merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Bengkulu. Dengan kondisi alam perbukitan, Rejang Lebong memiliki potensi komoditas hasil perkebunan seperti kopi dan teh.

“Rejang Lebong terdiri dari 15 kecamatan, 5 kecamatan ini udaranya panas, sedangkan 10 lainnya dingin,” tambah Ahmad Hijazi.

Selain hasil perkebunan, Rejang Lebong juga digadang memiliki potensi hasil tambang emas. “Emas di Monas itu dari Rejang Lebong. Hingga kini potensi tambang emasnya masih belum terbuka, karena itu disana kami terapkan peraturan adat, tidak boleh diganggu,” lanjutnya.

Ketertarikan Ahmad Hijazi bekerja sama dengan BATAN bermula saat pihaknya berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan dan melihat penerapan Kawasan Agro Techno Park (ATP), serta menghadiri kegiatan panen raya varietas BATAN bernama Kahayan di sana.

“Kami juga punya padi Rimbo Recap yang nasinya pulen, dan padi Terang Bening yang aromanya harum. Tapi luas sawah sekarang mulai berkurang menjadi gedung-gedung. Kami juga punya pisang ambon, tapi kalau ditanam keluar dari radius 10 kilometer dari tempat tanam aslinya, jadi tidak semanis ditempat semula, mungkin dengan teknologi nuklir bisa membantu permasalahan ini,” ungkapnya.

Baca juga: BATAN Siap Kembangkan Varietas Padi Tahan Cuaca Ekstrem

Ia juga berharap, BATAN bisa membantu potensi komoditas buah di Rejang Lebong, seperti apel, anggur,kelengkeng dan nangka, sehingga mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Menanggapi niat kerja sama Bupati Ahmad Hijazi, Anhar menyambut baik peluang kerja sama ini. Ia menjelaskan, saat ini BATAN ditugaskan Pemerintah untuk mengelola 3 ATP yang berlokasi di Musi Rawas , Sumatra Selatan, Klaten, Jawa Tengah, dan Polewali Mandar , Sulawesi Barat, serta 1 National Science Techno Park (NSTP) di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta.

”Lima tahun kebelakang ini kami mengembangkan ATP di 3 daerah itu, perlahan kami lepas agar mandiri. Untuk periode Pemerintah berikutnya adalah mengembangkan 8 NSTP, salah satunya di BATAN yang saat ini fokusnya di pertanian, namun kedepan akan ditingkatkan standarnya untuk penerapan hilirisasi litbang lainnya,” jelasnya.

Peluang kerja sama ini menurutnya, juga tidak hanya terbatas sektor pertanian dan perkebunan saja, bahkan kerja sama bisa dilakukan dengan melihat potensi mineral emas yang tidak menutup kemungkinan terkandung mineral lainnya seperti uranium atau torium.

“Biasanya mineral tambang itu tidak berdiri sendiri, mungkin ada mineral lainnya seperti uranium atau torium, saya belum tahu. Tapi kami juga melakukan eksplorasi bahan galian nuklir se – Indonesia yang menjadi tugas kami,” tambah Anhar.

Ia mengatakan, BATAN akan berupaya semaksimal mungkin membantu Kabupaten Rejang Lebong yang ingin mengembangkan potensi daerahnya dengan sentuhan teknologi nuklir.  “Kita lihat dulu kebutuhan apa yang paling mendesak, bahkan jika penelitian bersama kami lebih senang, kita lihat dulu apa yang paling cocok dan mampu dikerjakan, karena kami harus sampaikan bahwa teknologi nuklir bukan menyelesaikan semua masalah,” jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungannya,  Bupati Ahmad Hijazi dan jajarannya mengunjungi NSTP dan laboratorium kultur jaringan. Ia berharap di sisa jabatannya yang akan habis pada 2021 mendatang, bisa mengangkat potensi alam dan perekononomian masyarakat Rejang Lebong (tnt).