Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 10 Oktober 2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) dalam menunjang visi dan misi BATAN adalah melaksanakan pengembangan dan aplikasi teknologi isotop. Dalam melakukan litbangkasi, PAIR melakukan berbagai kegiatan penelitian. Dalam proses kegiatan litbangkasi tersebut akan menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K2L)-PAIR yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan limbah ini telah memiliki SOP Pengelolaan Limbah B3, namun secara khusus belum pernah diadakan sosialisasi, sehingga Kamis (10/10) PAIR mengadakan Bimtek “Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Keselamatan Kerja di Laboratorium” yang dihadiri oleh para peneliti dan tenaga teknis sebanyak 70 orang dengan mengundang PT. Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI)  dan PT. BMT Asia Indonesia sebagai narasumber.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Kepala PAIR (Totti Tjiptosumirat) menyampaikan bahwa kondisi yang sepatutnya dilakukan rutin adalah budaya selamat. Kita bekerja dengan selamat tidak hanya menghapal SOP, namun perlu ada Bimtek sehingga bisa membudaya dan secara reflek melakukan kegiatan budaya selamat. Hal ini juga perlu terus menerus diterapkan dan menjadi kebiasaan atau rutinitas, sehingga dalam bekerja refleks jadi selamat dan output dari pekerjaan secara otomatis sesuai dengan harapan. Mengakhiri sambutannya, Totti berharap dalam Bimtek ini akan ada interaksi dan komunikasi dengan penyaji sehingga peserta dapat lebih memahami.

Dengan moderator Niken Hayudanti Anggarini, presentasi pertama Taufik Hud dari Bidang K2L-PAIR menyampaikan tentang alur pengelolaan limbah yang dilakukan di PAIR. “Dalam pengelolaan limbah yang terpenting adalah mengidentifikasi limbah sesuai SOP Pelimbahan bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan,” kata Taufik.  Dengan mengidentifikasi limbah, maka dapat meminimalisir bahaya akibat bahan kimia, juga untuk penyimpanan sesuai karakterisasi dan dibutuhkan untuk proses pengepakan.

Tengku Faisal dari PPLI sebagai narasumber selanjutnya menyampaikan tentang Pengelolaan Limbah yang baik dan benar sehingga memenuhi persyaratan Keberterimaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Faisal mengatakan bahwa pengelolaan limbah harus dilakukan dari awal hingga akhir layaknya seperti bayi baru lahir hingga dikubur. Diusahakan pelimbahan seminimal mungkin, agar pengelolaan dan biaya penyimpanan ke pengolah akhir dapat ditekan.

Sebagai presenter terakhir, Soni Aditia Abdullah dari PT. BMT Asia Indonesia yang mempresentasikan Keselamatan Kerja di Laboratorium menyampaikan bahwa perlu mengetahui  dan dampaknya bahaya kerja, yang kalau di BATAN lebih dikenal dengan HIRADC kegiatan BATAN.

Menutup acara presentasi, Niken selaku moderator mengatakan bahwa manfaat Bimtek ini adalah bukan hanya hasil penelitian yang dapat bermanfaat untuk masyarakat tapi sisa hasil kegiatan (limbah) juga diharapkan tidak merugikan masyarakat lingkungan.

Acara Bimtek diakhiri dengan diskusi. (anari)