Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 28 Oktober 2019), Dalam rangka pemantauan pengendalian internal berupa penilaian resiko (identifikasi dan analisis resiko) atas kegiatan utama dan kegiatan rutin di PAIR, maka Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) menyelenggarakan Bimtek Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP), Senin (28/10) dengan menghadirkan narasumber dari Inspektorat. Bimtek SPIP ini diadakan selama 6 hari (28/10 s.d. 4/11) dengan sistem on off dan dihadiri  65 orang peserta yang terdiri dari Kepala Bagian/Bidang/Balai dan penanggungjawab Suboutput 2019 beserta staf peneliti/administrasi dibawahnya.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Kepala Bidang Industri dan Lingkungan (Roziq Himawan) mewakili Kepala PAIR menyampaikan bahwa pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut dari surat Inspektorat ke PAIR pada tahun 2018 untuk melakukan Pelatihan Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) agar terkendali sehingga kedepan pada akhir termin kegiatan dapat tercapai apa yang diharapkan.

Bagi pihak pengelola keuangan, asal muasal pengelolaan dimulai dari program dan kegiatan penanggungjawab.  Menutup sambutannya, Roziq menyampaikan pesan dari Kepala PAIR agar para penanggungjawab anggaran tahun ini mencermati mana yang belum tercapai khususnya dari belanja modal dan belanja lainnya, agar kegiatan terjamin di akhir tahun dan dapat tercapai apa yang diharapkan.

Hari pertama (28/10) acara Bimtek ini diawali dengan presentasi dari Tanti Susanti (Inspektorat) yang menyampaikan tentang penyelenggaraan SPIP BATAN.  Dalam PP 60/2008 SPI merupakan suatu proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh jajaran pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi, yaitu : kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain teori yang diberikan, peserta juga melakukan praktikum tentang resiko penilaian dari masing-masing Suboutput yang dibimbing oleh Tanti dan Retnani Dwi Angganingsih dari Inspektorat.

Adapun praktikum pembuatan analisis resiko masing-masing kegiatan dilaksanakan pada hari kedua s.d. hari kelima (29/10 s.d. 1/11), oleh  penanggungjawab suboutput.

Acara akan dilanjutkan pada minggu berikutnya (4/11) dengan acara presentasi hasil analisis resiko mutu kegiatan masing-masing kelompok kegiatan secara parale

Dengan dilaksanakannya perbaikan SPIP secara berkelanjutan, pada akhirnya akan memperbaiki pelaporan keuangan, sehingga dapat mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan hasilnya akan dapat memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan tugas dan fungsi BATAN yang bermuara pada tata kelola pemerintahan yang baik. (anari)