Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Dalam dua minggu ke depan, 4 - 15 Nopember 2019, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kedatangan 32 peneliti dari negara-negara Asia Pasifik dan Afrika untuk pelatihan terkait ilmu pemuliaan mutasi tanaman. Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari ditetapkannya BATAN  sebagai pusat kolaborasi pemuliaan mutasi tanaman oleh Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) sejak 2017. Kegiatan dibuka oleh Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat.

“Melalui aplikasi teknologi nuklir, Indonesia telah menghasilkan banyak varietas unggul mutan tanaman penting seperti padi, kedelai, sorgum, kacang hijau, kacang tanah, kapas, dan gandum tropis. Varietas unggul tanaman tersebut telah disebarluaskan dan ditanam oleh masyarakat petani dan telah memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi dan ketahanan pangan Indonesia” ungkap Kepala PAIR. Selain itu, beliau menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi kontribusi PAIR-BATAN sebagai CC pemuliaan mutasi tanaman.

Pelatihan ini bertajuk IAEA/BATAN Regional Training Course on Molecular Approaches for Selection of Desired Green Traits in Crops (RAS5077). Peneliti yang mengikuti pelatihan ini antara lain berasal dari negara Bangladesh, China, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Malawi,  Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, dan Togo.

“Pemuliaan mutasi tanaman adalah salah satu metode pemuliaan tanaman yang biasa digunakan untuk memodifikasi genetika tanaman mengunakan iradiasi sinar gamma. Melalui kombinasi dengan teknik biomolekular diharapkan dapat mempercepat diperolehnya varietas baru’, ujar peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Soeranto Human.

Kegiatan diklat ini menghadirkan tenaga ahli, Mr. Yunbi Xu dari Institute of Crop Science/CIMMYT dari China. Beliau akan memaparkan materi pelatihan mengenai Application of molecular markers and gene mapping in horticultural crops. Selain materi, pelatihan ini juga meliputi kegiatan praktikum dan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias dan Balai Besar Biogen. (irw)