Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 19/11/2019), Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Syafaruddin melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bertempat di PAIR, BATAN, Selasa (19/11). Perjanjian kerja sama ini dalam rangka meningkatkan keahlian dan kemampuan di bidang pertanian, khususnya pemanfaatan teknologi nuklir untuk penelitian tanaman perkebunan.

Dalam sambutannya Syafaruddin menyampaikan bahwa kerja sama ini sebenarnya sudah lama diinginkan oleh Puslitbangbun, Syafaruddin mengatakan bahwa, Puslitbangbun memiliki 4 Balai Penelitian yaitu Balitri, Balittro, Balit Palma dan Balittas dengan dukungan peneliti handal, akan mampu melakukan kegiatan penelitian dengan PAIR, terutama dalam menghasilkan inovasi teknologi perkebunan dengan memanfaatkan teknologi isotop dan radiasi.

Sementara itu, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat dalam sambutannya mengatakan bahwa kerja sama ini tepat sekali menjelang visi misi BATAN 2020-2024. Kegiatan ini merupakan sinergi dari lembaga litbang Pusat Unggulan Iptek dan teknologi ini harus bisa saling mengisi serta outputnya bermanfaat untuk masyarakat. Kedepannya sinergitas menjadi persyaratan utama, agar tidak terjadi tumpang tindih di dalam malakukan kegiatan penelitian. Kegiatan litbang ini juga harus bisa mendukung peran masing-masing pusat di kancah internasional, sehingga Indonesia bisa bersaing di kancah internasional. Acara penandatanganan kerja sama ini, dihadiri peneliti PAIR, peneliti Puslitbangbun, pejabat Administrasi, pejabat Pengawas PAIR, Kepala Bagian Kerja sama Puslitbangbun, dan Kepala Bagian Kerja Sama, Biro Hukum Hubungan Masyarakat dan Kerja sama (BHHK), BATAN 

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan diskusi terkait teknis rencana tindak lanjut perjanjian kerja sama. (bams)