Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 20 November  2019), Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengetahuan pegawai PAIR dalam bidang polimer serta pemenuhan Pendidikan dan Pelatihan ASN 20 jam/tahun, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) yang diprakarsai oleh Bidang Proses Radiasi menyelenggarakan sharing knowledge Senin (18/11) dan Rabu (20/11) dengan menghadirkan  narasumber Dr. Mohamad Chalid (Dosen Universitas Indonesia Jurusan Material dan Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia) dan Dr. Asmuwahyu Saptorahardjo (PT Intera Lestari Polimer). Sebanyak 25 orang pegawai PAIR yang terkait hadir dalam acara tersebut bertempat di Gedung Pertemuan Bidang Proses Radiasi-PAIR. 

Dalam presentasinya Senin (18/11), Chalid menyampaikan tentang Teknologi Komposit Polimer. Polimer adalah rantai molekul yang panjang. Polimer banyak digunakan sehari-hari dan yang paling mudah kita lihat adalah barang yang terbuat dari plastik. Polimer  terdiri dari 2 macam yaitu alam dan buatan. Ada 3 jenis produk berdasarkan entitas terkecil yaitu, logam, polimer dan keramik. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari polimer adalah harga lebih murah, prosesing lebih mudah dan lebih hemat energi. Perbedaan antara polimer dan logam seperti yang disampaikan oleh Cholid adalah bahwa polimer terbentuk dari monomer yang terpolimerisasi yang bentuknya  tidak teratur sehingga banyak memiliki ruang kosong, sementara logam bentuknya teratur sehingga memiliki sedikit ruang kosong.

Dilihat dari kelebihan polimer tersebut, maka produk plastik berkembang sangat pesat.

Rabu (20/11), presentasi oleh Asmuwahyu Saptorahardjo, dari PT. Intera Lestari Polimer menyampaikan presentasi yang berjudul “Dari Limbah Menjadi Polimer, Modifikasi yang Diperlukan”. Plastik yang telah membawa pada abad ini suatu benefit ekonomis pada berbagai sektor mengakibatkan produksinya yang meningkat secara eksponensial, seperti di tahun 2019 produksi plastik mencapai 370 juta ton. Dampaknya akumulasi sampah plastik terus bertambah. Plastik belakangan ini menjadi topik “panas” secara global,”kata Asmuwahyu. Krisis bahan baku plastik yang berasala dari minyak bumi bisa menjadi opportuniti untuk mendorong bioplastik. Bioplastik tidak memecahkan bermacam masalah terkait plastik, namun diperlukan untuk perubahan mindset dapat menurunkan komsumsi plastik. Limbah bioplastik dapat terurai di alam atau dapat di daur ulang, sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah plastik. Acara diakhiri dengan sesi diskusi. (anari)