Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 23 Januari 2020), Memasuki tahun 2020, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menyelengarakan kuliah umum bagi mahasiswa yang melaksanakan penelitian di PAIR-BATAN dengan tema “Aplikasi Isotop dan Radiasi untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan PAIR, Kamis (23/1)   Sebanyak 38 mahasiswa yang sedang melaksanakan Penelitian Tugas Akhir (PTA) hadir pada acara kuliah umum tersebut, berasal dari berbagai Perguruan Tinggi/Universitas diantaranya IPB, Politeknik Negeri Jember, Universitas Gadjah Mada, Andalas, Veteran Jawa Timur, Brawijaya, Jenderal Sudirman, Padjajaran, Negeri Surakarta, Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pancasila, dan HAW Hamburg. Maksud daripada kuliah umum ini adalah dalam rangka memperkenalkan serta menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan dan hasil penelitian dan pegembangan (litbang) PAIR.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pertanian PAIR (Irawan Sugoro), yang menyampaikan bahwa tujuan diadakan kuliah umum ini adalah untuk memperkenalkan hasil kegiatan penelitian di lingkungan PAIR,  dan di tahun ini tidak hanya memperkenalkan hasil litbang  Bidang Pertanian saja, namun juga hasil kegiatan bidang lain yang ada di PAIR. Selanjutnya Irawan mengharapkan agar para mahasiswa yang hadir dapat memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sebagai bekal mahasiswa dalam menimba ilmu.

Dengan moderator Taufiq Bachtiar, acara Presentasi pertama, Irawan Sugoro  memaparkan mengenai aplikasi Iptek Nuklir di Bidang Pertanian. Iptek Nukir sangat berguna dalam bidang pertanian seperti : merakit varietas unggul tanaman seperti padi, kedelai, sorgum dll., tanah dan nutrisi tanaman, pengendalian hama tanaman (TSM), pengawetan produk pertanian, fisiologi tanaman, nutrisi ternak, reproduksi ternak dan kesehatan ternak. BATAN sendiri memiliki fasilitas yang memadai untuk penelitian aplikasi Iptek Nuklir di Bidang pertanian dan terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai mitra. Di bidang pemuliaan mutasi tanaman, BATAN telah diakui oleh dunia internasional dan kini menjadi IAEA Collaborating Center for Plant Mutation Breeding.

Sementara dari Bidang Industri dan Lingkungan, Bayu Azmi menyampaikan presentasinya  tentang Aplikasi Isotop dan Radiasi di Bidang Industri. Seperti diketahui bahwa Aplikasi Produk Iptek Nuklir di Bidang Industri terbagi 2 (dua) yaitu sumber terbuka (radiotracer) dan sumber tertutup (gauging). Penggunaan aplikasi tradiotracer adalah : mengukur laju aliran, identifikasi kebocoran bawah tanah, prediksi efisiensi pencampuran, identifikasi channeling, perhitungan volume mati, mercury inventory dan simulasi dinamika fluida. Penggunaan netron density gauge adalah untuk pengukuran kelembaban tanah/aspal dan kepadatan material. Di bidang industripun BATAN telah diakui oleh dunia internasional yaitu IAEA Collaborating Centre for Research and Development and Capacity Building in Nondestructive Diagnostics, Testing and Inspection Technologies yang merupakan pengakuan dari IAEA bahwa kemampuan laboratorium BATAN sejajar dengan laboratorium IAEA.

Walaupun mahasiswa yang hadir tidak dalam satu jurusan/fakultas, namun mereka antusias mengikuti acara ini. Terbukti saat narasumber memberikan beberapa pertanyaan, banyak mahasiswa yang mampu menjawab dengan benar. (anari)