HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 11/03/2020) Pemanfaatan teknologi nuklir terus berkembang khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pemanfaatan teknologi nuklir yang mulai dirasa oleh petani kakao atau coklat adalah teknik serangga mandul, yakni teknik radiasi nuklir yang digunakan untuk memandulkan serangga.

Penanganan secara khusus terhadap buah kakao ini dianggap penting mengingat komoditas kakao di indonesia merupakan satu komoditas penting di dalam dunia industri. Namun demikian, keberhasilan produktivitas kakao sangat dipengaruhi oleh hama yang disebut dengan penggerek buah kakao  (Cocoa Pod Borer).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara mengatakan, kasus hama penggerek buah coklat ini tidak hanya dialami oleh negara Indonesia, tapi negara-negara di kawasan regional asia juga mengalami hal yang sama. “Serangan hama penggerek coklat ini juga terjadi di kawasan regional asia seperti di Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang memiliki geografis dan iklim yang sama sebagai sesama negara tropis,” ujar Heru.

Melalui kerja sama teknik yang dimotori oleh Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Philippines, dan Vietnam berkumpul membahas permasalahan hama penggerek coklat. Pertemuan yang berlangsung di Makasar selama 5 hari sejak 9 Maret 2020 ini mengusung tema Assessing the efficiency of the Sterile Insect Technique for the Control of the Cocoa Pod Borer.

Heru menambahkan, tujuan pertemuan ini adalah untuk meninjau status hama penggerek buah coklat di keempat negara peserta. “Pada pertemuan ini akan dirumuskan kegiatan proyek secara detail pemanfaatan teknologi nuklir untuk mengendalikan hama penggerek buah coklat,” tambah Heru.

Peran aktif BATAN dalam program pengendalian hama penggerek buah coklat dengan memanfaatkan teknologi nuklir ini merupakan bentuk kontribusi nyata BATAN terhadap permasalahan yang dihadapi oleh negera-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Hasil dari kerja sama keempat negara ini nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya petani coklat di seluruh negara peserta.

Baca juga: BATAN Atasi DBD dengan Teknik Serangga Mandul

Peneliti BATAN, Murni Indarwatmi mengatakan, hama penggerek buah coklat yang menjadi permasalahan utama para petani coklat pada dasarnya dapat dikendalikan perkembangbiakannya dengan menggunakan teknik serangga mandul. Teknik serangga mandul ini memanfaatkan teknik radiasi nuklir untuk memandulkan serangga penggerek buah coklat sehingga dapat menurunkan populasinya.

“Teknik serangga mandul ini merupakan cara pengendalian terpadu untuk mengendalikan hama skala luas yang ramah lingkungan. Penerapan teknik serangga mandul ini akan menurunkan populasi hama penggerek buah coklat dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Murni.

Untuk menjadikan serangga hama penggerek buah coklat, Murni menjelaskan, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pertama, mengumpulkan serangga dari lapangan kemudian dilakukan identifikasi untuk mengetahui jenis karakteristik serangga, selanjutnya dikembangbiakan di laboratorium. Kedua, pada proses pengembangbiakan,  pupa atau bakal serangga diradiasi agar menjadi mandul.

“Setelah pupa tumbuh menjadi serangga yang mandul, kemudian dilepas di lapangan dan akan kawin dengan serangga lainnya. Serangga yang sudah dimandulkan tadi tidak akan menghasilkan keturunan, dengan begitu populasi hama penggerek buah coklat akan menurun,” tambah Murni. (Pur)