HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

PAIR, Jakarta, 11 April 2018. Perjanjian Kerjasama lisensi antara Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR),  Totti Tjptosumirat dan Direktur PT Sang Hyang Seri (SHS-Persero), Syaiful Bahri, SP., M.MA tentang Pemanfaatan dan Penyebarluasan Benih Padi Tropiko Produk BATAN sudah ditandatangani. Dalam sambutannya Kepala PAIR mengatakan perjanjian kerjasama ini diharapkan adalah sebagai momentum bahwa hasil litbang dapat langsung memberikan dampak pada seluruh perekonomian dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Dari 23 varietas BATAN, varietas Tropiko merupakan varietas yang dikomersilisasikan, dengan cara hilirisasi melalui perjanjian kerjasama ini. Selain itu, PAIR akan memenuhi kebutuhan varietas padi Tropiko kepada PT SHS dengan menyediakan benih sumber yang lisensi penjualannya di pegang oleh PT SHS selama 5 tahun.

(Jakarta, 08 Maret 2018), Pejabat Fungsional Teknis Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN yang terdiri dari Pejabat Fungsional Peneliti, Pranata Nuklir, Pengawas Radiasi dan Teknisi Litkayasa mendapat kesempatan bertatap muka dengan Deputi Bidang Sain Aplikasi dan Teknologi Nuklir-BATAN (Kamis/8/3) bertempat di gedung Pertemuan PAIR. Sekitar 100 orang berkumpul untuk mendengarkan pengarahan Deputi Bidang SATN tentang program kegiatan BATAN.

Acara yang diawali dengan sambutan dari Kepala PAIR (Totti Tjiptosumirat) menyampaikan bahwa acara ini adalah merupakan arahan yang disampaikan oleh Deputi Bidang SATN (Efrizon Umar) yang berkaitan dengan :

(Serpong, 28/02/2018). Setelah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kala pada 15 November 2017, fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) siap melayani pelanggan untuk melakukan pengawetan makanan dan sterilisasi peralatan medis. Teknologi ini akan memberikan nilai tambah, khususnya pada bahan maupun produk pangan karena menjadi lebih steril dan tahan lama tanpa meninggalkan residu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) Kab. Bogor dan Kota Tangerang Selatan dalam Sosialisasi IGMP di Gd. Grha Widya Bakti Puspiptek Serpong, Rabu (28/02). 

“Pengawetan dan sterilisasi produk dengan teknologi iradiator ini memberikan nilai lebih, karena aman, efisien dan murah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penggunaan nuklir selama kita mengikuti aturan penggunaannya,” kata Djarot. “Faisilitas IGMP menggunakan nama Merah Putih karena fasilitas ini dibangun oleh anak bangsa Indonesia,” lanjutnya.

(Jakarta, 26/02/2018), Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto mendampingi Section Head 1, Division for Asia & Pacific, IAEA, Mr. Oscar Acuna, dan Programme Management Officer (PMO), Office of Public Information and Communication (OPIC), IAEA, Mr. G.G. Wolde bertemu dengan mitra kerja BATAN dalam rangka membahas perkembangan hilirisasi hasil penelitian tanaman kedelai di Indonesia. Pertemuan diselenggarakan di ruang rapat Madya, gedung Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Kawasan BATAN Pasar Jumat, Rabu,  (21/02) .

(Jakarta, 07/02/2018). Direktur Jenderal (DG) Badan Tenaga Atom Internasional/ International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk kali ketiga mengunjungi fasilitas nuklir BATAN, Ps. Jumat, Jakarta. Kunjungan ketiganya kali ini untuk meninjau Collaborating Center (CC) Mutation Breeding Facility/ fasilitas pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi, Selasa (06/02). Selain itu, DG Amano menghadiri rapat teknis dengan para stakeholders yang berkaitan dengan proyek tempe yang akan dimulai pada 2018, sebagai bentuk kemitraan pertama antara Technical Cooperation IAEA dengan Food Agriculture Organization (FAO) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan Indonesia. Proyek Technical Cooperation Indonesia dengan tema“Mengintensifkan Kualitas Produksi Kedelai di Indonesia untuk Mencapai Swasembada”, diarahkan pada peningkatan kualitas kedelai dan hilirisasi produksi seperti tempe oleh pelaku usaha Unit Kecil Menengah (UKM).