HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 10/11/2017), Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang ke-72 tanggal 10 November 2017, pegawai BATAN di lingkungan Kawasan Nuklir Pasar Jumat yang terdiri dari Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dan Pusat Diseminari Kemitraan (PDK) mengadakan upacara bendera Hari Pahlawan dengan tema ”Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.  Bertindak sebagai Pembina Upacara, Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir (Dr. Hendig Winarno, M.Sc). Upacara berlangsung dengan hidmat. 

(Jakarta, 01/11/2017) Sebagai lembaga penelitian Iptek nuklir yang juga bergerak di bidang pertanian, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menghasilkan varietas padi tropiko yang merupakan hasil persilangan dari padi Koshihikari yang merupakan padi berkualitas terbaik dari Jepang yang memiliki karakteristik beras pulen dan beraroma wangi dengan padi IR 36 yang terkenal memiliki ketahanan terhadap hama.   

Dengan umur genjah yang pendek dan potensi hasil mencapai 10 ton/ha menimbulkan ketertarikan banyak pihak untuk menanamnya, salah satunya adalah PT Sang Hyang Seri sebagai badan usaha milik negara yang bergerak pada bidang pemasaran dan perdagangan benih pertanian.

(Jakarta, 30/10/2017)  Bertempat di Ruang Pertemuan Utama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN), 3 peneliti PAIR BATAN yaitu Dr. Boky J. Tuasikal, M.Si; Yuliasti, M.Si; dan Sihono, SP melakukan presentasi ilmiah untuk mencapai jenjang Peneliti Ahli Madya dihadapan Dewan Penilai untuk memenuhi persyaratan Keputusan Kepala MENPAN Nomor: KEP/128/M.PAN/9/2004 yang mensyaratkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi Peneliti Madya dan Peneliti Utama, maka  peneliti harus mempresentasikan karya ilmiah rangkuman hasil litbang dan/atau hasil pemikirannya di hadapan Dewan Penilai.

Acara presentasi ilmiah dipimpin oleh Ketua Dewan Penilai, Prof. Dr. Efrizon Umar, MT dengan Sekretaris Suhandi (BSDMO), selain Dewan Penilai acara dihadiri oleh Kepala PAIR dan para peneliti di lingkungan PAIR.

(Bogor, 25/10/2017), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) akan segera melepas varietas padi baru yang diberi nama Mustajab. Kepastian pelepasan varietas Mustajab singkatan dari Mutasi Radiasi Varietas Jawa Barat ini setalah mendapatkan rekomendasi dari tim penguji varietas tanaman di Bogor, Rabu (25/10).

Varietas Mustajab merupakan hasil pemuliaan tanaman dari varietas padi lokal yang bernama Jembar. Menurut salah satu peneliti yang menghasilkan varietas Mustajab, Ita Dwimahyani, alasan memilih varietas Jembar dikembangkan dengan menggunakan teknik radiasi sehingga menghasilkan varietas Mustajab yakni diminati oleh masyarakat Jawa Barat dan banyak ditanam di daerah Bandung Selatan.

(Jakarta, 17/10/2017) Dalam rangka implementasi kegiatan TC-IAEA (INS 6019) dengan judul “Using Stable Isotope Tracer for Studying the Vitamin A Status of Children”, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN) menerima kunjungan expert (expert mission) dari IAEA, Assoc. Prof. Dr. Thomas Walczyk dari National University of Singapore. Kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 20 Oktober 2017, diterima oleh Kepala PAIR-BATAN, Totti Tjiptosumirat.