Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Jkt, 22 Maret 2016. Arsip perlu dikelola, baik itu arsip dinamis maupun arsip statis. Pengelolaan arsip statis perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan arsip sebagai pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena hal ini akan menjadi kebanggaan tersendiri terutama sebagai dokumen dan kekayaan serta menjadi bukti rekaman sejarah perjalanan bangsa. Pengelolaan arsip khususnya hasil litbang sangat penting bagi kelangsungan penelitian. Oleh karena itu pada tanggal 22 Maret 2016 PAIR mengadakan Sharing of Knowledge tentang penyelamatan dan Pelestarian Arsip Statis BATAN. Sebagai narasumber adalah Tim Jadwal Retensi Arsip. Acara dibuka oleh Plh. Kepala Bagian Tata Usaha PAIR (Romli, S.Si. M.Si.) yang menyampaikan bahwa  pengelolaan arsip khususnya arsip hasil litbang sangat penting dan ini melibatkan para peneliti di PAIR.  Oleh karena itu Workshop ini diadakan terutama untuk para peneliti agar para peneliti mulai berbenah dalam pengelolaan arsip terutama arsip statis , sejak dimulainya penelitian sampai dengan laporan. 

(Jakarta, 07/03/16). Pemerintah baru – baru ini mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik bagi konsumen yang berbelanja di supermarket atau department store. Indonesia menduduki peringkat terbesar kedua penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut setelah Tiongkok. Kebijakan plastik berbayar dianggap sebagai salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Namun Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai, kebijakan ini masih “banci”, karena niai rupiah yang dikeluarkan konsumen untuk membeli kantong plastik tidak sebanding dengan dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan.

“Kebijakan plastik berbayar di satu sisi bagus, tapi di satu sisi agak “banci”, karena sangat murah dibandingkan upaya menyelamatkan lingkungan,” ungkap Tulus, saat Konferensi Pers di Kantor Pusat BATAN, Jakarta.

(Jakarta, 18 Februari 2016), Salah satu tugas dari Komisi Pembina Tenaga Fungsional yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala PAIR Nomor : 09/AIR 1.1/01/2016 adalah memverifikasi daftar usulan penetapan angka kredit (DUPAK) pejabat fungsional peneliti. Oleh karena itu, pada tanggal 18 Februari 2016 Tim KPTF bekerja sama dengan Tim CAMAT menyelenggarakan Workshop Penilaian DUPAK, Kode Etik Penelitian dan Kerja Minimal bertempat di Gedung Pertemuan PAIR. Acara ini dihadiri oleh para pejabat fungsional Penelliti serta calon pejabat fungsional Peneliti yang berjumlah sekitar 60 orang.

(Jakarta, 10/02/2016),  Tenaga Expert International Atomic Energy Agency (IAEA), Mohdad Maksoudi melakukan kunjungan ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan rencana proyek kerja sama antara IAEA dengan United Nation (UN) Agencies. BATAN dijadikan tuan rumah kunjungan kerja ini dikarenakan BATAN sebagai perwakilan IAEA di Indonesia. Kunjungan expert IAEA ini diterima oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama (BHHK), Totti Tjiptosumirat dan Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Hendig Winarno, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Ruslan di Gedung PAIR-BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat (10/02).

Dalam sambutannya, Totti mengatakan bahwa Kunjungan kerja Maksoudi bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang status program penelitian pemuliaan kedelai di Indonesia sebagai bahan baku pembuat tempe. “Informasi yang diharapkan adalah terkait dengan perkembangan penelitian kedelai di BATAN dalam memberikan dukungan mulai dari riset sampai kebutuhan konsumen,” ujar Totti.

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN pada tanggal 9 Februari 2016 pukul 08.30 - 11.00 WIB menyelenggarakan PAIR LESTARI Perdana di Gedung Utama, PAIR, BATAN, Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala PAIR Dr. Hendig Winarno, M.Sc., yang pada sambutannya mengatakan bahwa PAIR LESTARI merupakan salah satu kegiatan dalam rangka reformasi birokrasi dan tukar menukar informasi (sharing of knowledge) dari para senior ke yunior sehingga terjadi kesinambungan ilmu pengetahuan, atau dari pegawai yang telah menyelesaikan tugas belajar dan pelatihan dalam/luar negeri. Kegiatan ini tidak terbatas di level unit kerja tapi dapat dilakukan di level Bidang/Kelompok/perorangan setiap saat.