HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

PAIR BATAN sepakat menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan (Fapet) - UNPAD dalam pemanfaatan IPTEK Nuklir khususnya di bidang peternakan. Kepala PAIR Drs. Totti Tjiptosumirat M.Rur.Sc. dan Dekan Fapet UNPAD Prof. Dr. Ir. Husmy Yurmiati, M.S. menandatangani Nota Kesepahaman  (MoU) di Ruang Rapat Lt. 1 Gedung 1 Fapet - UNPAD, Kamis 2 Maret 2017. MoU ini terjadi diawali dari kerjasama penelitian mengenai aplikasi kitosan yang merupakan hasil penelitian Dr. Darmawan Darwis dengan pihak Fapet - UNPAD.

(Depok, 18/01/2017) Sorgum atau cantel merupakan tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bioenergi. Sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman sorgum tidak memerlukan pengelolaan  khusus karena sangat mudah tumbuh, tidak banyak membutuhkan air dan pupuk, dapat tumbuh di lahan marginal dan suboptimal.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak tahun 1996 telah melakukan penelitian untuk pemuliaan tanaman sorgum dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Hingga saat ini, 3 varietas unggul telah dihasilkan yaitu Pahat, Samurai 1 dan Samurai 2.

(Jakarta, 20/12/2016) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) adalah salah satu pusat penelitian nuklir di bawah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang prestasinya mendunia, diantaranya adalah Outstanding Achievement Award dari IAEA dan FAO pada tahun 2014 dan ditunjuk sebagai Collaborating Centre non destructive testing IAEA untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Demikian disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto pada saat menerima Menristekdikti di fasilitas nuklir  Pasar Jumat bersamaan HUT PAIR yang ke 50.

(Jakarta, 20/12/2016) Sudah hampir 50 tahun kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir dibidang pangan dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Bermula menggunakan fasilitas Irradiator Gamma Cell dengan kapasitas yang masih kecil para peneliti BATAN menyinari biji padi, kedelai dan kacang hijau dengan radiasi untuk menghasilkan bibit tanaman yang unggul. Kini litbang mutasi radiasi tersebut sudah menghasilkan 22 varietas unggul padi, 10 kedelai, 2 kacang hijau, 3 sorgum dan 1 gandum.

(Jakarta, 19/12/2016) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar temu pelanggan di Gedung Pertemuan PAIR, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Senin (19/12). Temu pelanggan yang mengusung tema "Bersama Pelanggan Kita Tingkatkan Pelayanan Isotop dan Radiasi" ini merupakan pertama kali dilaksanakan oleh PAIR dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan hari jadinya yang ke-50 tahun.

Sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pemanfaatan teknologi nuklir, PAIR memberikan layanan kepada masyarakat di bidang  industri, kesehatan dan penelitian. Dalam memberikan layanan, PAIR berusaha terus meningkatkan mutu layanannya baik dalam hal administratif maupun ketepatan waktu layanan. Momentum temu pelanggan ini oleh PAIR dijadikan sebagai ajang melakukan perbaikan diri dalam memberikan layanan kepada masyarakat.