Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 04/02/2016), Kunci keberhasilan dalam pencapaian kinerja organisasi dimulai dari perencanaan yang baik dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan yang konsisten, efektif dan efisien, serta evaluasi dan pelaporan yang akuntabel. Sebagai langkah perencanaan yang baik di awal tahun, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan penelahaan terhadap usulan kegiatan dan usulan penelitian tahun 2016 di Pasar Jumat, 3-4 Februari 2016.

(Jakarta, 21/01/2016). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berhasil meningkatkan kapasitas salah satu fasilitas nuklirnya yaitu Irradiator Gamma Cell 220 (IGC 220) dari 20 curie menjadi 10.000 curie. IGC 220 adalah sebuah fasilitas nuklir yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti BATAN dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman dengan teknologi mutasi radiasi.

Peningkatan kapasitas ini merupakan sebuah prestasi PAIR dalam mengoperasikan kembali IGC 220 yang telah beroperasi sejak tahun 1968 dan pada tahun 1992 tidak dioperasikan lagi. Pengoperasian kembali IGC 220 secara simbolis dilakukan oleh Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Ferhat Aziz didampingi oleh Kepala PAIR, Hendig Winarno, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, 21/01.

(Jakarta, 22/12/2015). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2016-2018 pada acara “Innovation Business Gathering dan Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2015 oleh Menteri Ristekdikti setelah setelah melalui pembinaan selama 2 tahun. Penetapan tersebut digelar di auditorum BPPT Jl. MH Thamrin Jakarta, pada hari Selasa 15 Des 2015 bersama 9 Lembaga Litbang lainnya.

(Jakarta, 18/12/15). Science Techno Park (STP) merupakan program percepatan (quick-win) untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai visi misi Presiden RI, yang tertuang dalam Nawa Cita ke - 6 butir ke - 7, yaitu "Membangun sejumlah Science dan Techno Park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

Dari 100 STP yang dicanangkan Pemerintah, BATAN diberi amanah untuk mengelola tiga Agro Techno Park (ATP) dan satu STP. Tiga ATP tersebut berlokasi di Kabupaten Klaten - Jawa Tengah, Kabupaten Musi Rawas - Sumatra Selatan, dan Kabupaten Polewali Mandar - Sulawesi Barat. Sedangkan STP berlokasi di Kawasan Nuklir BATAN - Ps  Jumat.

(Jakarta, 15/12/2015) Bertempat di Gedung Pertemuan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR),  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), tanggal 15 Desember 2015, telah diselenggarakan pertemuan Diskusi Kelompok  Terfokus pada Pangan Iradiasi dengan tema “ Komersialiasi dan Pelabelan Pangan Iradiasi”. Pertemuan ini dibuka oleh Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Ferhat Aziz dan dihadiri oleh 65 peserta dari stakeholder ( masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, industri dan pelaku usaha). Dalam sambutan pembukaan Ferhat mengatakan bahwa “BATAN telah ikut berpartisipasi dalam penyediaan  pangan iradiasi di dunia seperti di Nepal”