HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 26/08/2016) RSUP Fatmawati sebagai salah satu mitra Bank Jaringan Riset Batan (BJRB) telah melaksanakan pelatihan Bank Jaringan selama dua hari pada tanggal 23 – 24 Agustus 2016. Tujuan dari pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang Bank Jaringan kepada peserta, seperti dasar hukum dan perundang-undangan, organisasi dan fasilitas, Quality Assurance, sistem donor dan procurement jaringan, keamanan lingkungan dan pengelolaan limbah, dan sterilisasi radiasi. Di samping itu, juga diberikan beberapa aplikasi dari produk BJRB seperti amnion dan tulang untuk penggunaan di bidang gigi & mulut, mata, bedah ortopedi dan bedah syaraf. Selain narasumber dari RSUP Fatmawati, BRJB melalui Pusat Apliasi Isotop dan Radiasi (PAIR) mengirim 4 orang narasumber yaitu Ir. Basril Abbas, Dr. Darmawan Darwis, dr. Paramita Pandansari, Sp.PA. dan drg. Tantin RD, Sp.Perio. Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk asistensi dari BJRB kepada para medis di RSUP Fatmawati sebagai salah satu implementasi dari kerjasama antara PAIR-BATAN dengan RSUP Fatmawati yang telah dirintis sejak tahun 1990-an. Selama ini RSUP Fatmawati, selain sebagai pengguna produk BJRB juga sebagai penyedia material jaringan berupa amnion dan tulang.

(Jakarta, 26/08/2016) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah melakukan penelitian dan pengembangan serta pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai bidang, diantaranya kesehatan, industri, lingkungan dan pertanian. Di bidang pertanian, BATAN telah mampu melakukan pemuliaan tanaman dengan menggunakan teknik radiasi untuk mendapatkan bibit tanaman yang unggul. Melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN akan segera melepas varietas dua varietas tanaman pangan.

Pertama, Varietas tanaman padi dengan nama Mustaban merupakan singkatan dari Mutasi Radiasi Varietas Banten. Mustaban mempunyai beberapa keunggulan misalnya umur panen hanya 103 hari, produksi rata-rata 6,59 ton/ha, potensi hasil sampai 10,86 ton/ha, beras kepala utuh 92,48%, kadar amilosa 13,13 sehingga nasinya empuk dan pulen, tahan terhadap penyakit blast dan agak tahan wereng, anakan tanaman produktif 18 bh/rumpun.

(Solo, 21/07/2016) Pelaksanaan kegiatan Agro Techno Park (ATP) di 3 lokasi yaitu di Kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas, serta 1 lokasi National Science Park (NSTP) di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, yang dikelola oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memasuki tahun kedua. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dan hasil yang telah dicapai dalam rangka mengemban amanah Nawa Cita ke-enam Presiden RI untuk membangun dan mengembangkan ATP dan NSTP tersebut di atas yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2019.

Pada Tahun Kedua ini, mulai dibahas mengenai pentingnya manajemen kelembagaan ATP. Sesuai amanah Nawa Cita, bahwa fungsi minimal yang diharapkan pada setiap ATP adalah menyediakan wahana untuk kolaborasi litbang berkelanjutan antara perguruan tinggi/universitas, lembaga litbang dan industri, memfasilitasi penumbuhan perusahaan berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses spin-off, menyediakan layanan bernilai tambah melalui penyediaan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi, serta menarik industri ke dalam kawasan ATP. Untuk mencapai hal tersebut, maka ATP harus dikelola oleh manajemen yang profesional sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan pengembangan dan penerapan iptek yang relevan.

Pelaksanaan kegiatan Agro Techno Park (ATP) di 3 lokasi yaitu di Kabupaten Polewali Mandar, Klaten, dan Musi Rawas, serta 1 lokasi National Science Techno Park (NSTP) di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, yang dikelola oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memasuki tahun kedua. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dan hasil yang telah dicapai dalam rangka mengemban amanah Nawa Cita ke-enam Presiden RI untuk membangun dan mengembangkan ATP dan NSTP tersebut di atas yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2019.

Pada Tahun Kedua ini, mulai dibahas mengenai pentingnya manajemen kelembagaan ATP. Sesuai amanah Nawa Cita, bahwa fungsi minimal yang diharapkan pada setiap ATP adalah menyediakan wahana untuk kolaborasi litbang berkelanjutan antara perguruan tinggi/universitas, lembaga litbang dan industri, memfasilitasi penumbuhan perusahaan berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses spin-off, menyediakan layanan bernilai tambah melalui penyediaan ruang dan fasilitas berkualitas tinggi, serta menarik industri kedalam kawasan ATP. Untuk mencapai hal tersebut, maka ATP harus dikelola oleh manajemen yang profesional sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui penguasaan pengembangan dan penerapan iptek yang relevan.

(Jakarta, 28/06/2016) Dalam rangka meningkatkan kualitas penulisan makalah ilmiah khususnya berbahasa Inggris, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Workshop sehari mengenai Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Gedung Pertemuan PAIR, Jakarta pada tanggal 28 Juni 2016. Workshop ini dihadiri oleh para Peneliti dan Calon Peneliti serta perwakilan dari Pranata Nuklir yang ada di lingkungan PAIR. Acara yang dimoderatori oleh Wakil Ketua KPTF PAIR, Dr. Darmawan Darwis, Apt. ini mengundang 2 narasumber yaitu Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini dan Drs. Paston Sidauruk, Ph.D.

Dr. Darmawan Darwis, Apt. dalam pengantarnya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Workshop ini dan berharap dapat berjalan dengan lancar serta berhasil guna bagi para Peneliti untuk meningkatkan pemahaman dan keahliannya dalam menyusun karya tulis ilmiah dengan menjunjung tinggi Etika Penulisan KTI termasuk menghindari plagiasi.