HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 15/12/2015) Bertempat di Gedung Pertemuan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR),  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), tanggal 15 Desember 2015, telah diselenggarakan pertemuan Diskusi Kelompok  Terfokus pada Pangan Iradiasi dengan tema “ Komersialiasi dan Pelabelan Pangan Iradiasi”. Pertemuan ini dibuka oleh Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Ferhat Aziz dan dihadiri oleh 65 peserta dari stakeholder ( masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, industri dan pelaku usaha). Dalam sambutan pembukaan Ferhat mengatakan bahwa “BATAN telah ikut berpartisipasi dalam penyediaan  pangan iradiasi di dunia seperti di Nepal”

(Kuta-Bali, 12/12/2015), Bertempat di Kuta, Bali, para mitra Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang tergabung dalam pembangunam Agro Techno Park (ATP) dan Science Techno Park (STP) berkumpul dalam Focus Group Discussion  (FGD). FGD yang diprakarsai oleh Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN digelar mulai 10 s.d. 13 Desember 2015 bertujuan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ATP/STP dari berbagai daerah yaitu Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Polewali Mandar, dan Kabupaten Klaten.

ATP/STP merupakan putusan politik pemerintah, oleh karena itu BATAN akan mendukung penuh dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BATAN, Djarot Sulistio  Wisnubroto menyampikan bahwa ATP/STP harus berhasil. "Program ATP/STP ini tidak  boleh gagal. Program ini harus berkelanjutan, untuk itu perlu dibangun konunikasi yang harmonis dengan para pemangku kepentingan baik di daerah maupun dengan pemerintah," ujar Djarot. 

(Polewali Mandar, 02/12/2015). Bertempat di Ballrom, Hotel Ratih, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Sarasehan dengan tema Hilirisasi Produk BATAN Bidang Pertanian untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Petani “ (2/12).

(Klaten, 23 Nopember 2015). Kegiatan Sarasehan Agro Techno Park (ATP) di Klaten diselenggarakan di Saung ATP, Desa Sentono, Kec. Karangdowo, Kab. Klaten pada tanggal 23 Nopember 2015 dengan tema : “Hilirisasi Produk BATAN di Bidang Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Kedaulatan Pangan Nasional”. Acara ini dihadiri oleh sekitar 140 orang yang terdiri dari Kepala BAPEDA Klaten (Hari Budiyono) beserta jajarannya, Camat Karang Dono, Ka. PolSek. Sentono, UPN Veteran Yogyakarta, Produsen Benih (PP Kerja Sutjipto) serta kelompok tani, tokoh masyarakat dan wartawan. Sementara dari BATAN hadir Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) serta peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR).

(Bali, 23/11/2015) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar pertemuan perwakilan negara-negara anggota International Atomic Energy Agency (IAEA) di Hotel Grand Inna, Kuta, Bali, pada tanggal 23 s.d. 27 November 2015. Pertemuan ini membahas kegiatan kerjasama regional dengan topik “Applying Isotope Tecniques to Investigate Groundwater Dynamics and Recharge Rate for Sustainable Groundwater Resource Management”. Pertemuan ini dibuka oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan dihadiri oleh 19 peserta dari negara-negara kawasan Asia Pasifik yaitu Australia, Bangladesh, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philipina, Selandia Baru, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Hadir pula perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali sebagai observer.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk mengelola sumber daya air khususnya air tanah yang lebih efisien dan efektif dengan teknik isotop.