HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 10/02/2016),  Tenaga Expert International Atomic Energy Agency (IAEA), Mohdad Maksoudi melakukan kunjungan ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan rencana proyek kerja sama antara IAEA dengan United Nation (UN) Agencies. BATAN dijadikan tuan rumah kunjungan kerja ini dikarenakan BATAN sebagai perwakilan IAEA di Indonesia. Kunjungan expert IAEA ini diterima oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama (BHHK), Totti Tjiptosumirat dan Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Hendig Winarno, Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Ruslan di Gedung PAIR-BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat (10/02).

Dalam sambutannya, Totti mengatakan bahwa Kunjungan kerja Maksoudi bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang status program penelitian pemuliaan kedelai di Indonesia sebagai bahan baku pembuat tempe. “Informasi yang diharapkan adalah terkait dengan perkembangan penelitian kedelai di BATAN dalam memberikan dukungan mulai dari riset sampai kebutuhan konsumen,” ujar Totti.

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN pada tanggal 9 Februari 2016 pukul 08.30 - 11.00 WIB menyelenggarakan PAIR LESTARI Perdana di Gedung Utama, PAIR, BATAN, Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala PAIR Dr. Hendig Winarno, M.Sc., yang pada sambutannya mengatakan bahwa PAIR LESTARI merupakan salah satu kegiatan dalam rangka reformasi birokrasi dan tukar menukar informasi (sharing of knowledge) dari para senior ke yunior sehingga terjadi kesinambungan ilmu pengetahuan, atau dari pegawai yang telah menyelesaikan tugas belajar dan pelatihan dalam/luar negeri. Kegiatan ini tidak terbatas di level unit kerja tapi dapat dilakukan di level Bidang/Kelompok/perorangan setiap saat.

(Jakarta, 04/02/2016), Kunci keberhasilan dalam pencapaian kinerja organisasi dimulai dari perencanaan yang baik dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan yang konsisten, efektif dan efisien, serta evaluasi dan pelaporan yang akuntabel. Sebagai langkah perencanaan yang baik di awal tahun, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan penelahaan terhadap usulan kegiatan dan usulan penelitian tahun 2016 di Pasar Jumat, 3-4 Februari 2016.

(Jakarta, 21/01/2016). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berhasil meningkatkan kapasitas salah satu fasilitas nuklirnya yaitu Irradiator Gamma Cell 220 (IGC 220) dari 20 curie menjadi 10.000 curie. IGC 220 adalah sebuah fasilitas nuklir yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti BATAN dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman dengan teknologi mutasi radiasi.

Peningkatan kapasitas ini merupakan sebuah prestasi PAIR dalam mengoperasikan kembali IGC 220 yang telah beroperasi sejak tahun 1968 dan pada tahun 1992 tidak dioperasikan lagi. Pengoperasian kembali IGC 220 secara simbolis dilakukan oleh Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Ferhat Aziz didampingi oleh Kepala PAIR, Hendig Winarno, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, 21/01.

(Jakarta, 22/12/2015). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2016-2018 pada acara “Innovation Business Gathering dan Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2015 oleh Menteri Ristekdikti setelah setelah melalui pembinaan selama 2 tahun. Penetapan tersebut digelar di auditorum BPPT Jl. MH Thamrin Jakarta, pada hari Selasa 15 Des 2015 bersama 9 Lembaga Litbang lainnya.