Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

 (Jakarta, 22/05/15) Jameel Miya (26 tahun), hafidz Qur'an bertanya, "Ini apa ya?" (waktu pertama kali diberi ayam kemasan). "Itu ayam dibuat dengan bumbu kecap,” jawab salah satu Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT). "Enak?" tanya Jameel lagi.  "Ayo dibuka..coba," pinta  tim ACT.

Jamel membuka kemasan. Tampaknya ia agak kesulitan membuka karena kemasan kedap udara semur daging ayam itu memang rapat sekali. Setelah terbuka, ia memasukkan telunjuknya ke dalam kemasan, lalu memindahkan ke dalam mulutnya. Mimiknya seperti sedang mengira-ngira rasa apa yang dikecapnya. Matanya berkedip-kedip. Berikutnya ia menjumput sebagian kecil daging ayam dalam kemasan lalu mengunyahnya.

"Hmmm...rasanya manis ya? Lumayan..Nanti saya makan di rumah", kata Jameel.

Jakarta, 19 Mei 2015. Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN pada tanggal 19 Mei 2015 menyelenggarakan Perjanjian Kerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bangka Tengah di PAIR, BATAN, Jakarta. Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Kepala PAIR (Hendig Winarno) dan Kepala BKPPP (Sajidin).

(Jakarta, 28/04/2015). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Polewali Mandar, Drs. Kalang, M.M. berkunjung ke salah satu fasilitas nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), 28 April 2015. Kunjungan yang disambut oleh Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Ferhat Aziz ini dimaksudkan untuk lebih mengenal produk-produk BATAN sekaligus mengawali kegiatan pembangunan Agro Techno Park (ATP) tahun 2015 yang rencananya akan dibangun di Polewali Mandar.

Dalam mengimplementasikan visi misi presiden RI yang tertuang dalam nawacita 6 butir 7 yaitu pembangunan sejumlah Agro Techno Park(ATP) dan Science Techno Park(STP), BATAN ditugasi membangun 1 STP di Kawasan Tenaga Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan dan 3 ATP di Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat). ATP yang dibangun berupa pertanian terpadu berbasis padi, kedelei dan ternak. Kegiatan tersebut telah berjalan sejak akhir Maret lalu yang dimulai dengan pelaksanaan Forum Koordinasi Perencanaan Kegiatan Pemanfaatan Hasil litbang BATAN di Hotel HarperYogyakarta pada tanggal 29 – 31 Maret 2015.

(Jakarta, 22/04/2015), Iptek nuklir dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional dalam berbagai bidang yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia, salah satunya kegiatan iptek di bidang pertanian yang meliputi pemuliaan tanaman, pemupukan dan nutrisi tanaman, nutrisi ternak & ikan serta reproduksi ternak untuk mendukung kedaulatan pangan.

Hasil litbang  BATAN yaitu benih unggul padi & kedelai, pupuk dan teknologi pemupukan serta teknologi pakan & kesehatan ternak dimanfaatkan oleh masyarakat di tiga lokasi di Indonesia  dalam bentuk Agro Techno Park (ATP). Ketiga lokasi tersebut antara lain Kabupaten Klaten (Jawa Tengan), Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat).