Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 28/04/2015). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Polewali Mandar, Drs. Kalang, M.M. berkunjung ke salah satu fasilitas nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), 28 April 2015. Kunjungan yang disambut oleh Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Ferhat Aziz ini dimaksudkan untuk lebih mengenal produk-produk BATAN sekaligus mengawali kegiatan pembangunan Agro Techno Park (ATP) tahun 2015 yang rencananya akan dibangun di Polewali Mandar.

Dalam mengimplementasikan visi misi presiden RI yang tertuang dalam nawacita 6 butir 7 yaitu pembangunan sejumlah Agro Techno Park(ATP) dan Science Techno Park(STP), BATAN ditugasi membangun 1 STP di Kawasan Tenaga Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan dan 3 ATP di Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat). ATP yang dibangun berupa pertanian terpadu berbasis padi, kedelei dan ternak. Kegiatan tersebut telah berjalan sejak akhir Maret lalu yang dimulai dengan pelaksanaan Forum Koordinasi Perencanaan Kegiatan Pemanfaatan Hasil litbang BATAN di Hotel HarperYogyakarta pada tanggal 29 – 31 Maret 2015.

(Jakarta, 22/04/2015), Iptek nuklir dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional dalam berbagai bidang yang bertujuan untuk mensejahterakan manusia, salah satunya kegiatan iptek di bidang pertanian yang meliputi pemuliaan tanaman, pemupukan dan nutrisi tanaman, nutrisi ternak & ikan serta reproduksi ternak untuk mendukung kedaulatan pangan.

Hasil litbang  BATAN yaitu benih unggul padi & kedelai, pupuk dan teknologi pemupukan serta teknologi pakan & kesehatan ternak dimanfaatkan oleh masyarakat di tiga lokasi di Indonesia  dalam bentuk Agro Techno Park (ATP). Ketiga lokasi tersebut antara lain Kabupaten Klaten (Jawa Tengan), Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat).

(Jakarta, 13/04/2015); Bertempat di ruang Madya PAIR telah diselenggarakan RTC on Data Management, Analysis and Interpretation for Assessing Human Milk Intake. RTC ini merupakan bentuk kerjasama antara IAEA, BATAN dan PTTKEK. Berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 13 sampai 17 april 2015 dan dihadiri oleh 19 peserta dari 10 negara yaitu Bangladesh, India, Lebanon, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Thailand, Vietnam, Srilanka dan Indonesia.

Hari Jum’at 23 Januari 2015 bisa jadi merupakan hari bersejarah bagi BATAN, khususnya bagi PAIR. Pada hari itu Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), HE. Dr. Yukiya AMANO berkunjung ke PAIR untuk memberikan pidato dalam rangka pengukuhan penunjukan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre untuk Research and Development and Capacity Building in Nondestructive Dianostics, Testing and Inspection Technologies. Dalam pidatonya, Dr. Amano menyatakan “Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang NDTIT dan (2) kerjasama yang saling menguntungkan antara BATAN dengan IAEA yang sudah berlangsung lama”. Dengan ditetapknya BATAN sebagai collaborating centrenya IAEA, BATAN yang saat ini didukung oleh SDM dengan keahlian yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam memberi layanan kepada industri tidak di dalam negeri, tetapi juga untuk kawasan regional bahkan lebih dari itu, demikian lanjutnya.