HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

Jakarta (19 Agustus 2015). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN pada tanggal 19 Agustus 2015 pukul 08.00 WIB menyelenggarakan Sosialisasi Program Change Agent Management Team (CAMAT) Tahun 2015 di Gedung Utama, PAIR, BATAN, Jakarta.

Sosialisasi program CAMAT 2015 dengan Motto “Litbang PAIR Lestari Indonesia Maju. Acara Sosialisasi tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, Dr. Hendig Winarno, M.Sc., pada sambutannya, Hendig  mengatakan : ”Reformasi Birokrasi tidak akan berhenti dan akan terus berkesinambungan artinya kita harus berubah untuk mengikuti peraturan yang ada misalnya hal yang sudah baik harus terus kita tingkatkan menjadi lebih...lebih baik”.

Batan.go.id - (Jakarta, 18/08/2015), Sebayak 20 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), resmi berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah melaksanakan prosesi sumpah jabatan (18/08/2015). Upacara pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono sekaligus selaku Pembina Upacara diselenggarakan di Gedung Utama, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan.

(Bandung, 30 Juli 2015). Berlangsung di ruang Sidang Promosi Doktor Universitas Padjajaran Bandung pada hari Kamis 30 Juli 2015, Dr. Ania Citraresmini, MP berhasil mempertahankan disertasinya berjudul: “Pemulihan Kesehatan Tanah, Peningkatan Efisiensi Pemupukan (P, K) dan Hasil Padi Berbasis IPAT-BO Akibat Pemberian Pupuk Biofossi dan Kompos Jerami-Biochor” dengan predikat Cum Laude dan IPK 4,0. Dalam presentasinya, dikatakan bahwa kualitas tanah berkaitan erat dengan kesehatan tanah, bahkan seringkali dikatakan bahwa tanah yang sehat adalah tanah yang memiliki kualitas baik dengan kondisi sesuai dengan lingkungan alami, dicirikan oleh ekosistem tanah yang seimbang, aktivitas mikroorganisme yang tinggi, mikroorganisme patogen yang rendah dan berlangsungnya siklus unsur hara secara berkelanjutan. Kondisi-kondisi tersebut hanya dapat didukung oleh ketersediaan bahan organik tanah dalam jumlah yang memadai. Permasalahan pada tanah sawah di Indonesia selain kandungan bahan organik yang rendah, juga masalah ketidaktersediaan hara P dan K dan produktivitas tanaman yang semakin menurun akibat kondisi kesehatan tanah yang tidak mendukung.

Musi Rawas (Minggu, 2/8) Bupati Musi Rawas, diwakili Asisten II Sekda Musi Rawas, Syaiful Ibna, SE, M.Si didampingi oleh Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Dr. Ferhat Aziz, M.Sc melakukan panen pertama 10 varietas padi hasil penelitian dan pengembangan BATAN  tanggal 2 Agustus 2015. Kegiatan ini dipusatkan di Desa L, Sidoararjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Pada bulan Mei  2015, 10 varietas padi BATAN yakni : Sidenuk, Merauke, Mugibat, Woyla, Diah Suci, Bestari, Unsrat I, Unsrat II, Mira dan Cilosari ditanam di Musi Rawas dan kegiatan ini menjadi perhatian petani dan Pemkab Musi Rawas. Kepala BAPPEDA Musi Rawas, Ir. Suharto Patih  dalam sambutan pembukaan mengatakan “Sebagai bentuk bersyukur kami menjadi salah satu dari tiga Kabupaten yang dipilih BATAN untuk mengembangkan 10 varietas padi unggul ini”. Alhamdulillah meski sempat diserang hama, namun masih bisa panen dengan hasil 8-9 ton/hektare tambahnya.

Yogyakarta (30 Juli 2015) Kegiatan Perencanaan Agro Techno Park (ATP) 2016 diselenggarakan di Auditorium STTN Yogyakarta tanggal 27-28 Juli 2015 dalam rangka kontinuitas kegiatan ATP tahun 2016. Acara dibuka oleh Kepala BATAN  dihadiri oleh 62 orang dari 3 Kabupaten mitra ATP (Kabupaten Klaten, Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Musi Rawas). Dalam sambutannya Ka BATAN Djarot menegaskan Program ATP ini tidak boleh gagal dan harus berhasil walaupun SDM peneliti di BATAN terbatas, namun jalinan kerjasama dengan penyuluh, penangkar & petani dioptimalkan guna hasil lebih baik sehingga tercapai target yang diharapkan.