HUTRI75
hani2020

International Day Against Drug

26 June 2020

Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 09/07/15). Indonesia sering mengalami kesulitan mengekspor produk pangan seperti sayuran dan buah-buahan, dikarenakan produk tersebut begitu sampai di negara tujuan berkualitas rendah bahkan sudah membusuk.

Untuk menjaga kualitas produk, negara-negara di Eropa dan Timur Tengah misalnya mensyaratkan produk yang masuk ke negaranya harus diiradiasi terlebih dahulu agar memiliki kualitas yang dipersyaratkan.

“Problem eksportir adalah begitu sampai ke Timur Tengah sayuran kita sudah tidak bagus. Dari sayuran segar, biasanya 60%nya hilang (membusuk) pasca panen,” jelas Deputi BATAN bidang Pedayagunaan Teknologi Nuklir, Anhar Riza Antariksawan saat konferensi pers di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Jakarta.

Sementara, Indonesia hanya mempunyai dua fasilitas irradiator gamma, satu milik BATAN untuk kegiatan riset, dan satu lagi milik PT. Relion Sterilization Services untuk kegiatan komersial yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat. Produk yang akan diiradasi sampai harus mengantri di PT. Relion, sedangkan di BATAN sendiri hanya bisa melayani terbatas karena irradiator sebagian juga digunakan untuk kegiatan riset.

(Jakarta, 02/07/15). BATAN meluncurkan 2 varietas varu kedelai hitam yang diberi nama Mutiara 2 dan Mutiara 3.  Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan kedua varietas ini memiliki potensi hasil 3 ton per hektare dengan rata-rata hasil 2,4 ton per hektar, tahan hama dan lezat untuk dijadikan kecap.

Secara nasional rata-rata kedelai (biasa) produkt‎ivitasnya hanya 1,4 ton per hektar.

Tujuan dihasilkannya varietas-varietas unggul menurut Djarot, guna membenahi persoalan kurangnya pasokan kacang kedelai di dalam negeri. Sebab, kebutuhan kedelai nasional hingga saat ini 70%-nya masih ditutupi lewat jalan impor.

Namun persoalannya bukan cuma sekedar benih. Meski kebutuhan sudah mendesak untuk meningkatkan produksi, di tingkat petani, menanam kedelai sama sekali tidak menggiurkan. Makanya, keuntungan di tingkat penanam perlu juga dinaikkan.

“Sekarang dicitrakan lebih baik tanam padi ketimbang kedelai. Kalau sudah begitu, lebih baik impor,” ucap Djarot saat konferensi pers di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Jakarta.

(Surabaya, 22/06/15). Dalam rangka evaluasi kegiatan pemuliaan tanaman tebu dengan mutasi induksi, Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Hendig Winarno bersama peneliti terkait, Sobrizal dan Aryanti telah mengamati secara langsung terhadap galur mutan tebu yang bersifat mudah diklentek dan memiliki nilai brix tinggi serta memberikan supervisi kepada para pelaksana teknis kegiatan di kebun percobaan PT. Kebon Agung, di Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Penelitian pemuliaan tebu ini merupakan kerjasama antara PAIR BATAN dengan PT. Kebon Agung yang telah dimulai sejak Mei tahun 2012. Varietas tebu PsJt941 yang selama ini digunakan oleh PT Kebon Agung sebagai tanaman penghasil gula adalah varietas yang memiliki pelepah sulit dilepas/diklentek sehingga mengotori gula yang diproduksi, sementara varietas BL adalah varietas masak akhir atau umur panjang.

“Perlakuan mutasi induksi menggunakan sinar gamma dari induk varietas PsJt94 telah menghasilkan galur mutan M1V5 yang memiliki sifat mudah dilepas pelepahnya dan nilai brix tinggi, sedangkan dari induk BL telah menghasilkan galur mutan M1V5 dengan nilai brix tinggi,” kata Hendig.

(Jakarta, 12 Juni 2015) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, selaku Pembina Upacara melantik sebanyak 15 Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan BATAN. Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV berlangsung di Gedung Pertemuan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Jalan Cinere Raya No. 49, Jakarta dan dihadiri oleh Pejabat Eselon I dan Pejabat Eselon II di lingkungan BATAN.

Dalam sambutannya KepalaBATAN mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan suatu proses lazim di suatu instansi untuk penyegaran, mutasi dan promosi, selain itu juga dalam rangka untuk mensolidkan program-program di BATAN. “Tahun-tahun mendatang kita menghadapi tugas berat yang tertulis pada RESTRA dan RPJMN yang harus kita laksanakan dan harus selesai pada tahun 2019,” tegasnya.

(Surakarta, 12 Juni 2015). Varietas padi lokal di Solo Raya masih ditanam masyarakat setempat terutama padi beras merah dan hitam. Sayangnya, varietas tersebut masih berumur panjang dan batangnya tinggi sehingga mudah rebah. Hal ini terungkap saat diskusi pada Diskusi Kelompok Terpadu (FGD) yang diselenggarakan Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Surakarta (UNS), dengan topik “Aplikasi Iptek Nuklir di bidang Pertanian”, di Pusdiklat UNS.

Pihak UNS berkeinginan untuk memperbaiki kelemahan varietas tersebut melalui pemuliaan mutasi. Lebih lanjut UNS ingin bekerjasama dengan BATAN karena BATAN sudah berpengalaman dan mempunyai fasilitas untuk itu. Sebenarnya MoU antara UNS dengan BATAN telah pernah dilaksanakan namun telah berakhir, sehingga MoU perlu dibangun kembali diikuti dengan perjanjian kerja sama antara Fakultas/Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) dengan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN.