Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 8-9/8/2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menerima kunjungan Expert dari International Atomic Energy Agency (IAEA), Dr. Hamidou Maiga. Kunjungan diterima oleh Irawan Sugoro mewakili Kepala PAIR. Kunjungan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari  ini (8-9/8) merupakan “expert mission” sebagai salah satu agenda IAEA RAS 5082 dengan tema “Managing and Controlling Aedes Vector Populations using the Sterile Insect Technique”, yaitu pengembangan teknik serangga mandul untuk pengendalian populasi nyamuk vektor demam berdarah, Aedes aegypti. Hadir dalam acara tersebut tidak hanya pegawai di kelompok Entomologi Bidang Pertanian PAIR, tapi juga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di bidang Pertanian. Sebanyak 15 orang hadir dalam acara tersebut.

(Jakarta, 7 Agustus 2019). Dalam rangka pemanfaatan dan peningkatan penggunaan e-jurnal internasional dari Kemenristekdikti, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi menyelenggarakan Sosialisasi Akses e-Journal International Online Scopus, Web of Science, Science Direct, Scival, Ebsco, ProQuest dan iThenticate dengan mengundang Dr. Lukman (Kepala Sub. Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah-Kemenristekdikti) sebagai narasumber. Sebanyak 90 peserta hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari para Kepala Bidang/Balai, pejabat Fungsional Peneliti dan pejabat Fungsional Pranata Nuklir di lingkungan PAIR. 

(Jakarta, 24 Juli  2019), Dosen Universitas Trisakti mengunjungi Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk memberikan sharing knowledge kepada pegawai PAIR mengenai Total Quality Management (TQM), Rabu (24/07). Sharing knowledge yang disampaikan oleh Dosen Universitas Trisakti Jurusan Teknik Industri ini dimaksudkan untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang salah satunya yaitu Pengabdian kepada masyarakat. Tema yang diusungnya adalah “Peran Total Quality Management dalam Membangun Kinerja Organisasi. Sebanyak 45 orang pegawai PAIR hadir dalam acara tersebut yang bertempat di Gedung Pertemuan PAIR.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara workshop, Totti Tjiptosumirat menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pegawai PAIR sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja pegawai dan pengabdian kepada negara. “Memang PAIR adalah organisasi di bidang Penelitian dan Pengembangan,” kata Totti, namun terlepas dari itu tidak bisa tidak peran serta seluruh pegawai sangat diperlukan. Oleh karena itu komunikasi sangat dirasa penting. Adanya suatu intergritas, saling percaya dan terbentuknya team work yang solid dibutuhkan koordinator/leader. Menurut Totti, pengakuan akan menimbulkan rasa percaya diri, seperti diberikan jabatan, wewenang tapi tidak diakui sepertinya tidak baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini Totti mengharapkan peserta dapat mengikuti workshop ini sampai dengan selesai, sehingga dapat memahami tentang TQM.  “Manfaatkan acara ini, apalagi kegiatan ini gratis,” ujar Totti.  

(Jakarta, 22/07/2019) Banyaknya lahan kering di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal, menggugah para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berinovasi dengan melakukan penelitian terhadap tanaman yang mampu bertahan di lahan kering yakni sorgum. Karakter tanaman sorgum yang cocok dilahan kering menyebabkan tanaman ini dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan sekaligus memberi nilai tambah pada lahan kering.

Hal ini disampaikan peneliti BATAN bidang pertanian, Sihono pada kegiatan panen sorgum di lahan percobaan Kementerian Pertanian, Citayam, Kabupaten Bogor, Jumat (19/07). “Sorgum ini merupakan tanaman yang cocok untuk lahan kering yang banyak kita jumpai di Indonesia,” ujar Sihono.

Di area lahan seluas 2500 meter persegi ini, ujar Sihono telah ditanam galur galur mutan harapan pangan sorgum yang merupakan hasil perbaikan dari varietas sebelumnya yakni pahat. Diharapkan setelah melalui beberapa pengujian oleh Kementerian Pertanian, galur ini mendapatkan sertifikat dan layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

(Jakarta, 17/07/2019). Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan memperkenalkan hasil litbang terbaru BATAN berupa 2 varietas tanaman kedelai yang unggul ditanam di lahan kering, yang diberi nama Kemuning 1 dan Kemuning 2. Dengan dilepasnya kedua varietas ini, maka sampai saat ini jumlah varietas kedelai unggul yang dihasilkan BATAN mencapai 12 varietas.

“Kedelai Kemuning 1 dan Kemuning 2 dapat beradaptasi dengan baik di lahan kering dibandingkan dengan tanaman kedelai lainnya dan juga memiliki ukuran biji yang lebih besar,” demikian disampaikan Anhar dalam konferensi pers di Gedung Pertanian, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) - BATAN, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (17/07).