Slide1
Slide2
Slide3
Slide4
Slide5
Slide6
Slide7

Keberhasilan BATAN dalam membuat pakan suplemen untuk ternak UMMB sangat menguntungkan peternak dan Pelet Stimulan Pakan Ikan (SPI) mempercepat masa panen

Slide8

Pengawetan bidang pangan mampu tidak menanggulangi kerusakan bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serangan serangga, hingga rusak oleh mikroba."

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Collaborating Centre – Sebuah Pengakuan IAEA

Penetapan BATAN sebagai IAEA Collaborating Centre didasar pada dua hal yaitu (1) capaian signifikan oleh BATAN dalam bidang

Selengkapnya...

(Jakarta, 22/04/2019). Perubahan iklim yang tidak menentu berpengaruh terhadap adaptasi dan produktivitas tanaman. Pemuliaan mutasi tanaman dengan teknologi nuklir mampu membuat tanaman dapat cepat beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, diantaranya kekeringan dan suhu tinggi.  15 peserta dari  6 negara Kawasan Asia Pasifik, yakni Papua New Guinea, Palau, Fiji, Vanuatu, Indonesia, dan Ethiopia mengikuti Regional Training Course on Plant Mutation Breeding to Improve Crop Resilience to Climate Change in the Pacific Islands (RAS5079)  yang diselenggarakan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan kedepan, yakni 22 hingga 26 April 2019.

(Jakarta, 11/04/2019), Dalam rangka penyamaan pemahaman terhadap butir-butir kegiatan pranata nuklir yang tertuang dalam Peraturan Kepala BATAN Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Jabatan Fungsional Pranata Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Pusat Aplikasi Isotop dan Raidasi (PAIR) menyelenggarakan bimbinan teknis butir-butir kegiatan jabatan fungsional pranata nuklir di Auditorium PAIR, Kamis (11/04). Bimbingan teknis ini diikuti oleh 70 peserta yang merupakan perwakilan dari para Pejabat Fungsional Pranata Nuklir, Tim KPTFPN-PAIR, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas. 

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Roziq Himawan (Kepala Bidang Industri dan Lingkungan) mewakili Kepala PAIR menyampaikan bahwa tujuan bimtek agar dapat memahami makna dan hubungan butir satu dengan lainnya, sehingga dalam merancang kegiatan, pranata nuklir tingkat ahli maupun terampil dapat saling berhubungan dan berkomunikasi, serta  lebih mudah merumuskan dan merencanakan kegiatannya.

(Bogor, 10/04/2019), Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat dan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enni Sudarmonowati menandatangani naskah kerja sama tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan teknologi Nuklir di Bidang Tumbuhan. Naskah kerja sama ini ditandatangani di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (PKTKR)-LIPI, Rabu (10/4). 

Selain itu, di tempat yang sama Kepala PAIR juga menandatangani Perjanjian Kerja sama dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balitbangtan, Kementerian Pertanian, terkait dengan Pemanfaatan Iptek Nuklir untuk Mengasilkan Varietas Unggul Baru Hortikultura di Indonesia.

(Jakarta, 9 April 2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan BATAN No. 1 Tahun 2019 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai BATAN dan Penyegaran Disiplin Pegawai, di Auditorium PAIR, Selasa (09/04). Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh Kepala Bagian Mutasi Kepegawaian, Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO),  M. Tamyiz, dihadiri oleh seluruh pegawai PAIR.

Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat dalam sambutan pembukaannya mengatakan, kegiatan ini akan menyampaikan dua topik yang akan disampaikan yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Adanya Peraturan BATAN No. 1 Tahun 2019 memberikan perubahan bahwa pemberian tunjangan kinerja didasarkan pada kinerja pegawai dan kinerja Unit Kerja.

Disiplin terutama berkenaan dengan tertib membuat laporan. Diharapkan tidak hanya menuntut haknya saja tetapi kewajiban harus dipenuhi.  Totti menghimbau dan mengajak seluruh karyawan untuk bersatu, maju dan juara sesuai dengan moto PAIR.

(Serang, 20/03/2019). Varietas mutasi radiasi Banten atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mustaban telah dilepas oleh Kementerian Pertanian pada Desember 2017 lalu. Director of the Joint FAO/IAEA Division of Nuclear Techniques in Food and Agriculture (NAFA), Mr. Qu Liang, dalam rangkaian kunjungan kerjanya berkesempatan menemui dan berdiskusi langsung dengan para penangkar benih dan petani di Desa Kasemen, Serang, Banten. Kedatangan Liang ini bertujuan untuk mendengarkan pengalaman dari penangkar benih dan petani yang menggunakan varietas benih padi unggul BATAN yang ke – 22 tersebut.

Menurut data Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Dinas Pertanian, Provinsi Banten, benih pokok tanaman varietas Mustaban yang merupakan perbaikan dari varietas padi lokal asal Banten, yakni Kewal , kini telah ditanam di lahan seluas 36.5 hektar di Provinsi Banten, antara lain di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang, Banten.