Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN

Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN.

Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lembaga Sertifikasi Personal oleh KAN
Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN, April 2018.

Internal Audit PSMN

PSMN sedang melakukan kegiatan audit internal.

Audit Arsiparis

Audit Arsiparis yang dilakukan oleh Internal BATAN

In House Training Sertifikasi Produk ISO 17065, Tahun 2018

diklat Sertifikasi Produk ISO 17065:2012 di PSMN BATAN, Maret 2018

Komtek 67-05 Bidang Pangan Iradiasi

3. Penyelenggaraan Komisi Teknis 67-05 Bidang Pangan Iradiasi

Penetapan Sertifikasi SM Keamanan PSTA BATAN - 8 Juni 2018

Penetapan Sertifikasi SM Keamanan PSTA BATAN - 8 Juni 2018

Demo Alat Computed Radiography di PSMN

Pengenalan produk Computed Radiography (CR) di PSMN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Kick Off Meeting Sistem Manajemen BATAN

Etiam diam magna; porta sed gravida vel, molestie non lacus. Donec laoreet est vitae enim hendrerit egestas.

(Jakarta, 22/11/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi satu-satunya Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang menerima penghargaan di ajang SNI Award 2019 yang digelar oleh Badan Standardisasi Nasional di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (20/11). Kali ini BATAN menerima penghargaan SNI Award Peringkat Perunggu yang artinya sebagai lembaga yang telah menerapkan SNI selama 1 tahun.

Kepala Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir, BATAN, Budi Santoso mengatakan, ini merupakan pertama kalinya BATAN mengikuti ajang SNI Award. Keikutsertaan ini menunjukkan bahwa BATAN sebagai lembaga pemerintah yang mengoperasikan fasilitas nuklir telah melaksanakan kegiatannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

"Keikutsertaan BATAN didorong oleh keinginan untuk benchmarking dengan organisasi lain. Selain itu juga untuk menunjukkan bahwa lembaga Negara yang berkonotasi PNS juga dapat menyelenggarakan organisasi secara modern dan sesuai standar internacional," ujar Budi.

Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melakukan litbangyasa iptek nuklir, lanjut Budi, tentu saja BATAN memiliki banyak stakeholder dengan berbagai kepentingan seperti mutu riset dan manajemen, lingkungan, keamanan, ekonomi, serta yang paling utama adalah keselamatan. Karena itulah BATAN menerapkan standar nasional maupun internasional untuk menjawab kebutuhan stakeholder.

"Saat ini BATAN menerapkan setidaknya 7 standar manajemen (ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, OHSAS 18001:2007, Pedoman KNAPPP No 2/2017, IAEA GSR 3, Sistem Manajemen Keamanan Nuklir, ISO 17025:2017) dan berbagai standar teknis lain," tambahnya.

Meskipun mendapatkan penghargaan peringkat perunggu, bukan berarti penerapan standar di BATAN baru dilaksanakan 1 tahun terakhir, namun sejak BATAN didirikan sudah menerapkan standar baik nasional maupun internasional. Semenjak dibentuk PSMN yang dulunya bernama Pusat Standar Jaminan Mutu Nuklir pada tahun 1998 penerapan standar semakin meluas dan formal dengan capaian sertifikasi dan akreditasi dari Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) dan lembaga lain yang berwenang.

Untuk mengintegrasikan berbagai standar yang diterapkan, Budi menegaskan, BATAN telah meresmikan Sistem Manajemen BATAN (SMB) pada April 2018. "SMB merupakan strategi baru BATAN untuk mengintegrasikan penerapan berbagai sistem manajemen menjadi satu kesatuan sehingga lebih efektif dan efisien," tegasnya.

Keberhasilan mengintegrasikan berbagai standar menjadi SMB dan menerapkannya dengan baik telah mendapat apresiasi dari PT. Sucofindo. Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk tersertifikasinya sistem manajemen mutu, K3 dan lingkungan untuk lingkup seluruh unit kerja di BATAN.

"BATAN tercatat sebagai satu2nya lembaga pemerintah yang mampu meraih hal itu," tambahnya.

Penerapan standar di sebuah organisasi bukanlah sesuatu yang mudah, namun banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi. Menurut Budi, tantangan terbesar penerapan standar khususnya di BATAN adalah membangun dan menjaga kesadaran dan kompetensi seluruh personil secara merata dan berkelanjutan.

"Dalam menerapkan standar perlu inovasi sehingga tidak terjebak pada dokumentasi yang bertumpuk dan lembaran sertifikat. Hal ini justru jebakan yang harus dihindari," papar Budi.

Untuk itulah, PSMN sebagai motor penerapan standar terkait iptek nuklir di BATAN dan nasional akan terus bekerja cerdas dan keras, berinovasi agar penerapan standar semakin efektif dan efisien sehingga manfaat yang berupa peningkatan berkelanjutan dapat dirasakan secara nyata. Tujuan utama penerapan standar adalah terciptanya efektifitas, efisiensi dan peningkatan organisasi secara berkelanjutan.

Budi berharap, pimpinan terus memberikan dukungan penuh agar penerapan SMB semakin baik. "Perlu dukungan penuh dan kerjasama dari pimpinan BATAN, seluruh unit kerja dan stakeholder sehingga penerapan SMB menjadi semakin baik dan tentunya dapat emas pada SNI Award selanjutnya," harapnya. (Pur)