STTN BATAN
3 Program Studi STTN BATAN
Pembelajaran di STTN BATAN
Pengabdian kepada Masyarakat STTN BATAN
Wisuda Sarjana Sains Terapan STTN BATAN

(Yogyakarta, 25/10/20). Pada bulan September 2020, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Yogyakarta (STTN - BATAN) dan PT. Radiant Utama Interinsco, Tbk bersepakat melaksanakan kerjasama. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam naskah kerjasama yang ditandatangani antara Ketua STTN dengan Direktur Utama PT. Radiant Utama Interinsco, Tbk. Sebagai salah satu tindaklanjut kerjasama antara STTN dengan PT. Radiant Utama Interinsco Tbk tersebut adalah dengan dilaksanakannya kegiatan inspeksi bersama yang melibatkan personel dari kedua pihak. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 kali ini adalah untuk melaksanakan inspeksi atau profiling pipa insulasi di fasilitas pengeboran gas lepas pantai (offshore). Adalah Tasih Mulyono, Pranata Nuklir STTN (Ahli Radiografi dan Uji Tak Rusak UTR) bersama dengan 2 personel PT. Radiant Utama Insterinsco (1 personel Ahli Radiografi dan 1 personel Petugas Proteksi Radiasi) yang melaksanakan inspeksi tersebut.

(Yogyakarta, 7/10/20). Ikhsan Mahfudin, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) program studi Elektro Mekanika kelahiran kabupaten Pekalongan, berhasil lulus dengan memperoleh IPK tertinggi sebagai wisudawan Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) STTN tahun 2020. Memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 tentulah bukan hal yang mudah untuk didapatkan Ikhsan. Berasal dari keluarga biasa, namun memiliki tekad dan semangat yang kuat agar bisa membantu meringankan beban orang tua, dan menjadi mahasiswa yang bermanfaat menjadi motivasi bagi Ikhsan untuk terus berusaha melakukan yang terbaik.

(Yogyakarta, 7/10/20). Joanne Salres Ramadhani, gadis kelahiran Jakarta ini tidak membayangkan sebelumnya akan menjadi salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Berawal dari melaksanakan presentasi mengenai “Gamma Knife” di perguruan tinggi tempat dia belajar sebelumnya, Joanne sangat tertarik untuk belajar nuklir. Bergabung dengan komunitas nuklir telah ia lakukan sebelum dirinya menjadi mahasiswa STTN – BATAN. Kesungguhannya untuk belajar nuklir, dibuktikannya dengan Joanne memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, 90 yang merupakan IPK tertinggi di Program Studi Teknokimia Nuklir (TKN) dan IPK tertinggi kedua untuk STTN angkatan 2016 dengan judul Tugas Akhir Pengembangan Metode Analisis Logam Tanah Jarang pada Monasit menggunakan ICP-OES.

(Yogyakarta, 7/10/20). Perjalanan seorang Hasna Nurhanifa Rosyadi untuk menjatuhkan pilihan hingga menamatkan kuliah Diploma IV di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) tidak mudah. Lahir di kota Klaten, Hasna merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, sempat ragu untuk melanjutkan pendidikan bidang nuklir karena takut orang tua tidak merestui niatnya. Tidak disangka, ternyata orang tua Hasna sangat mendukung keinginan Hasna tersebut. “Sungguh hal yang tidak saya duga, saat saya bercerita tentang STTN dan nuklir, ternyata orang tua saya jauh lebih melek nuklir dibanding saya,” ungkap Hasna. Berkat dukungan, semangat dan ketekunannya menimba ilmu kenukliran, Hasna yang pada tanggal 7 Oktober 2020 melaksanakan prosesi wisuda, dinyatakan sebagai mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi dengan IPK tertinggi di program studinya. Memiliki IPK 3,84 Hasna sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya.

(Yogyakarta, 2/10/20). “Apa yang dimaksud dengan sukses?,” tanya Dr. Yuli kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), mengawali materinya pada kuliah umum etika profesi, Kamis 1 Oktober 2020. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada masa pandemi Covid-19 kali ini, merupakan kuliah umum rutin yang diselenggarakan STTN bagi mahasiswa semester 8 menjelang wisuda. Menghadirkan Dr. Yuli Fajar Susetyo, M. Si Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM selaku nara sumber, kuliah umum yang diikuti sekitar 101 mahasiswa tersebut, bertujuan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa dalam persiapan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.