Gedung STTN dan Fasilitas
Sertifikasi Mahasiswa STTN
Pembelajaran di STTN
Kerjasama
Wisuda dan Alumni
Pengabdian Masyarakat

(Yogyakarta, 13/09/2021). Pada hari Senin (13/09), menjadi hari yang ditunggu oleh mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) tahun akademik 2021/2022. Bagaimana tidak, kuliah perdana dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Sumber Daya Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional (SDM BRIN), Edy Giri Rachman Putra, Ph. D, dan menjadi momen istimewa yang mengantarkan status mahasiswa baru memasuki perkuliahan. Kuliah perdana dalam bentuk kuliah umum menghadirkan narasumber yang juga istimewa yaitu Prof Dr Ir Anhar Riza Antariksawan. Anhar adalah seorang Ahli Peneliti Utama Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional, sebelumnya menjadi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) periode 2016 - 2021.  Kuliah Umum diikuti oleh sekitar 300 peserta secara daring, yang terdiri dari mahasiswa baru program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), mahasiswa baru regular, dan civitas akademika di STTN.

Plt Ketua STTN, Dr. Eng. Sukarman, M. Eng  dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini berjalan lancar dalam rangka mewujudkan peningkatan kompetensi SDM. Program RPL merupakan proses pengakuan kompetensi yang diperoleh secara formal sebelumnya, dan kompetensi informal serta pengalaman yang dilalui mahasiswa tersebut. Pendaftar awal berjumlah 22 orang, namun setelah diseleksi, maka diperoleh 11 mahasiswa yang sesuai dan mendapat rekomendasi dari BSDMO. “Meskipun saat ini STTN dalam masa transisi menuju bentuk Politeknik, namun proses pembelajaran diharapkan tidak ada kendala, dapat berjalan sebagaimana biasa. Akan banyak kegiatan yang dilaksanakan dengan daring, dan jika dalam pembelajaran nanti memerlukan luring, maka akan diatur sebaik-baiknya,” kata Sukarman.

Sementara itu, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D dalam arahannya menyampaikan bahwa RPL tidaklah semata menyelesaikan persoalan akibat aturan penyetaraan pendidikan, namun yang lebih penting adalah penyiapan SDM Iptek Nuklir Unggul, sebagaimana fokus pemerintah untuk mewujudukan SDM yang kompeten. Sebagai ilustrasi, bahwa dari jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang berjumlah sekitar 5000 an, hanya 20 % yang terakreditasi. Dan dari 28000 Program Studi hanya 51% yang terakreditasi. Program RPL sudah disiapkan STTN dari tahun 2019 oleh STTN dan pada tahun 2020 mulai berjalan dengan menggandeng BSDMO, Ban PT, Ditjen Belmawa dan belajar dari beberapa Politeknik yang sudah menyelenggarakan program ini.

Edy Giri mengucapkan selamat bagi mahasiswa baru STTN, pilihan STTN adalah pilihan yang tepat. STTN adalah Perguruaan Tinggi Vokasi satu satunya di Indonesia yang concern pada peningkatan kompetensi menuju SDM dibidang Iptek Nuklir yang unggul. STTN membekali mahasiswa dengan sertifikasi, baik PPR, OR, maupun UT yang menjadikan lulusan STTN mampu bersaing di tingkat global. “Teruslah bersemangat, STTN agar terus mengembangkan kerja sama untuk membuka peluang pengembangan diri civitas akademika, dan diseminasi aplikasi iptek nuklir. Vokasi nuklir itu kamu!,’ demikian motivasi yang menutup arahan dari Edy Giri.

Prof Dr Ir. Anhar Riza Antariksawan dalam kuliah umum dengan tema Energi Nuklir dalam Kebijakan Energi Nasional untuk penyiapan SDM Nuklir di Indonesia, dengan sangat menarik menyampaikan peraturan yang terkait pemanfaatan energi nuklir di Indonesia, pertimbangan kemanfaatan penggunaan, dan juga tantangan yang ada. Paparan ini menjadi pemantik untuk diskusi yang interaktif jika dikaitkan dengan dinamika pemanfaatan ipek nuklir saat ini, sebelum BATAN melebur ke BRIN, maupun tantangan setelah BATAN melebur ke BRIN. (rtm)