Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 16/10/2019) “BATAN melakukan akselerasi pemanfaatan dan pengelolaan bahan galian nuklir terutama mineral radioaktif, mudah-mudahan semua bisa memberikan hasil (outcomes). Sehingga apa yang kita teliti dan kembangkan tidak hanya berhenti di lab tapi juga kita hilirkan dan komersialisasikan,” ungkap Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawa, saat memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2019 di Kawasan BATAN Pasar Jumat.

(Jakarta, 02/09/2019) Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN mengadakan Sosialisasi Budaya Keamanan dan Sosialisasi SOP Kerja di Luar Jam Kerja yang dilaksanakan pada Senin, 2 September 2019 di Ruang rapat Keselamatan Kerja dan Instalasi Penambangan. Acara ini dihadiri oleh seluruh pegawai PTBGN. Tujuan dari Sosialisasi Budaya Keamanan dan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Kerja di Luar Jam Kerja adalah agar pegawai PTBGN mengetahui dan memahami budaya keamanan dan prosedur kerja di luar jam kerja untuk tecapainya keamanan nuklir di lingkungan PTBGN.

Rangkaian kegiatan ini meliputi pembukaan, presentasi sosialisasi budaya keamanan, presentasi sharing knowledge, dan presentasi SOP Kerja di Luar Jam Kerja. Kegiatan diawali dan dibuka oleh Kepala PTBGN,  Yarianto S.B.S. Beliau menyampaikan bahwa budaya keamanan bukanlah hanya tanggung jawab pengamanan tetapi budaya keamanan adalah tanggung jawab semua individu, sehingga diharapkan tiap pegawai dapat memahami dan mengaplikasikan budaya keamanan.

(Jakarta, 29/08/2019) Focus Group Discussion (FGD), Kementerian Perindustrian dalam rangka Harmonisasi Regulasi dan Percepatan Hilirisasi Timah mengundang instansi pemeritah, badan usaha terkait timah, dan pemerintah daerah dari Provinsi Bangka Belitung baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN menjadi salah satu tamu undangan dan dihadiri langsung oleh Kepala PTBGN, Yarianto S.B.S. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Diskusi menghangat terkait kondisi industri peleburan timah serta kewajiban ketersediaan Competent Person (CP) dalam eksplorasi. PT Timah sebagai salah satu BUMN di bidang pertambangan, merupakan badan usaha yang masih terus melakukan eksplorasi dan eksploitasi timah. Salah satu mineral ikutan dalam pertambangan timah adalah monasit.

Kepala PTBGN menyampaikan capaian pengembangan peningkatan nilai tambah mineral khususnya monasit hingga ke aplikasinya yang perlu mendapatkan dukungan berbagai pihak.

(Jakarta, 28/08/2019) Dalam rangka mendukung BATAN Incorporated, Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN menginisiasi koordinasi internal BATAN yang mengundang Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM), dan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Selain itu juga mengundang PT Timah dari pihak industri. Koordinasi ini membahas tentang sinkronisasi kegiatan litbang Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk mendukung hilirisasinya di industri.

Koordinasi dilaksanakan di PTBGN, selasa 28 Agustus 2019 di Ruang Rapat LTJ yang dihadiri Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Kepala PTBGN dan Pimpro LTJ PT Timah (Hadi Sundoyo), serta perwakilan dari PSTA, PSTBM, dan PTRR.

Hasil yang diperoleh dari rapat kordinasi ini antara lain perlu koordinasi internal BATAN terkait renstra yang saat ini sudah ada. Setiap satuan kerja diminta untuk mengirimkan Rencana Strategis (Renstra) terkait pengolahan mineral LTJ yang radioaktif. (ksw)

(Jakarta, 22/08/2019) Rapat Koordinasi Pokja Regulasi Tim Pengembangan Industri Berbasis Logam Tanah Jarang (LTJ) kembali dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Kepala PTBGN, Yarianto S.B.S, menyampaikan presentasi mengenai Pemaparan Pengelolaan Mineral Radioaktif. Presentasi yang disampaikan Kepala PTBGN BATAN memberikan wawasan mengenai bagaimana capaian yang telah dilakukan litbang bahan galian nuklir oleh BATAN, mulai dari eksplorasi, penambangan, sampai pengolahan yang unggul di Asia Tenggara. Selain itu, peran strategis BATAN dalam mendukung regulasi pengusahaan mineral radioaktif. BATAN telah menghasilkan inovasi dalam pengembangan logam tanah jarang dari mineral radioaktif.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Wisma Bayu, pada Kamis 22 Agustus 2019. Instansi dan badan usaha yang diundang antara lain Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) BATAN, Direktorat Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Badan Usaha dari Inalum/Mining Mineral Institute, PT Timah, dan PT Aneka Tambang. (ksw)