Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 16/10/2019) “BATAN melakukan akselerasi pemanfaatan dan pengelolaan bahan galian nuklir terutama mineral radioaktif, mudah-mudahan semua bisa memberikan hasil (outcomes). Sehingga apa yang kita teliti dan kembangkan tidak hanya berhenti di lab tapi juga kita hilirkan dan komersialisasikan,” ungkap Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawa, saat memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2019 di Kawasan BATAN Pasar Jumat.

Fokus utama BATAN lima tahun kedepan meningkatkan hilirisasi dan komersialisasi produk-produk litbang BATAN yang memang sudah siap untuk dihilirkan dan komersialkan. "Saya harapkan salah satunya adalah produk – produk dari Logam Tanah Jarang (LTJ)," tambah Anhar.

Anhar menjelaskan, Cat anti radar, marker kontras pada MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah beberapa contoh aplikasi LTJ yang telah dikembangkan oleh BATAN.

Untuk eksplorasi BATAN saat ini sedang fokus melakukan eksplorasi di Mamuju, Sulawesi Barat, hal ini berdasarkan temuan dari survei lingkungan seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi BATAN.

“Kami menemukan anomali yang sangat besar untuk radioaktifitas didaerah Mamuju sehingga kita tertarik untuk melakukan eksplorasi disana, walaupun secara geologi agak anomali karena sebelumnya tidak diperkirakan kalau disitu ada uranium ataupun thorium,” jelas Kepala Pusat Bahan Galian Nuklir BATAN, Yarianto Sugeng Budi Susilo.

“Mamuju, Sulawesi Barat ternyata menjadi daerah yang cukup prospektif kedepannya baik itu untuk Uranium, Thorium maupun mineral lainnya seperti LTJ,” tambah Yarianto.  

Seminar Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Tahun 2019 yang bertema Pengelolaan Bahan Galian Nuklir untuk Mendukung Industri Mineral di Indonesia di selenggarakan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir – BATAN, acara berlangsung selama satu hari tanggal 16 Oktober 2019.  

Kurnia Trinopiawan, Ketua Panitia Seminar menjelaskan, seminar ini sebagai wadah bagi para peneliti dan akademisi nasional untuk mempresentasikan penelitiannya, sekaligus bertukar informasi dan memperdalam masalah penelitian, serta mengembangkan kerjasama yang berkelanjutan baik dengan sesama peneliti maupun jejaring industri agar hasil penelitiannya dapat dihilirisasi dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia. (SET)