Slide item 1

BATAN Lakukan Akselerasi Pemanfaatan Bahan Galian Nuklir

BATAN melakukan akselerasi pemanfaatan dan pengelolaan bahan galian nuklir terutama mineral radioaktif, mudah-mudahan semua bisa memberikan hasil (outcomes). Sehingga apa yang kita teliti dan kembangkan tidak hanya berhenti di lab tapi juga kita hilirkan dan komersialisasikan,” ungkap Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawa, saat .....

Selengkapnya...
TPP_BGN
KKIP_BGN

(Jakarta, 28/08/2019) Dalam rangka mendukung BATAN Incorporated, Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN menginisiasi koordinasi internal BATAN yang mengundang Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM), dan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR). Selain itu juga mengundang PT Timah dari pihak industri. Koordinasi ini membahas tentang sinkronisasi kegiatan litbang Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk mendukung hilirisasinya di industri.

Koordinasi dilaksanakan di PTBGN, selasa 28 Agustus 2019 di Ruang Rapat LTJ yang dihadiri Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Kepala PTBGN dan Pimpro LTJ PT Timah (Hadi Sundoyo), serta perwakilan dari PSTA, PSTBM, dan PTRR.

Hasil yang diperoleh dari rapat kordinasi ini antara lain perlu koordinasi internal BATAN terkait renstra yang saat ini sudah ada. Setiap satuan kerja diminta untuk mengirimkan Rencana Strategis (Renstra) terkait pengolahan mineral LTJ yang radioaktif. (ksw)

(Jakarta, 22/08/2019) Rapat Koordinasi Pokja Regulasi Tim Pengembangan Industri Berbasis Logam Tanah Jarang (LTJ) kembali dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Kepala PTBGN, Yarianto S.B.S, menyampaikan presentasi mengenai Pemaparan Pengelolaan Mineral Radioaktif. Presentasi yang disampaikan Kepala PTBGN BATAN memberikan wawasan mengenai bagaimana capaian yang telah dilakukan litbang bahan galian nuklir oleh BATAN, mulai dari eksplorasi, penambangan, sampai pengolahan yang unggul di Asia Tenggara. Selain itu, peran strategis BATAN dalam mendukung regulasi pengusahaan mineral radioaktif. BATAN telah menghasilkan inovasi dalam pengembangan logam tanah jarang dari mineral radioaktif.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Wisma Bayu, pada Kamis 22 Agustus 2019. Instansi dan badan usaha yang diundang antara lain Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) BATAN, Direktorat Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Badan Usaha dari Inalum/Mining Mineral Institute, PT Timah, dan PT Aneka Tambang. (ksw)

(Jakarta, 02/08/2019) Satu langkah dalam pengembangan industri logam tanah jarang dimulai kembali dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN), BATAN dengan PT Timah (Persero) Tbk. Penandatanganan kerja sama diwakili oleh Kepala PTBGN Yarianto Sugeng Budi Susilo dan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Trenggono Sutioso.  Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan dan Direktur Utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani hadir sebagai saksi. Penandatanganan dilakukan di PT Timah.

Dalam sambutannya, Kepala BATAN menyampaikan bahwa BATAN ke depan didorong akan menghasilkan penelitian yang selanjutnya dapat dimanfaatkan masyarakat/hilirisasi, serta Renstra (Rencana Strategis) BATAN disesuaikan dengan kebutuhan dari industri dan yang akan menjadi prioritas, salah satunya terkait logam tanah jarang.

Direktur Utama PT Timah berharap dengan dukungan BATAN dapat mengembangkan bisnisnya selain timah. Monasit yang radioaktif dapat dimanfaatkan lebih jauh dengan memisahkan U dan Th dan mengambil logam tanah jarang yang bernilai tinggi. (ksw)

(Jakarta, 26/07/2019) Industri modern saat ini berkembang dengan berbagai kebutuhan pendukung, terutama material maju sebagai bahan bakunya. Material maju merupakan material yang dihasilkan dari perpaduan unsur-unsur logam dan non-logam yang mempunyai karakteristik yang sangat khusus termasuk unsur tanah jarang (rare earth elements/REE) yang umumnya berasosiasi dengan mineral radioaktif. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat termasuk mahasiswa terutama mahasiswa di bidang ilmu kebumian terhadap REE dan mineral radioaktif hingga saat ini masih sangat terbatas. Hal ini karena pelaksanaan penyelidikan umum, eksplorasi, dan eksploitasi unsur radioaktif/bahan galian nuklir merupakan kewenangan BATAN sesuai dengan UU No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.

Beberapa tahun terakhir, penggunaan REE terus meningkat, yang diiringi dengan peningkatan kegiatan eksplorasi di berbagai negara, dan tidak ketinggalan di Indonesia. Sebagai salah satu media pembekalan tentang REE dan mineral radioaktif, maka pada tanggal 26 Juli 2019 dilaksanakan Kuliah Tamu dengan tema “Eksplorasi dan Industrialisasi REE dan Mineral Radioaktif”. Kuliah Tamu di selenggarakan oleh  Student Economic Geology (SEG) Fakultas Teknologi Mineral (FTM) IST AKPRIND Yogyakarta, dengan pembicara I Gde Sukadana, Peneliti dari Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, BATAN. Dekan FTM IST AKPRIND Yogyakarta, Sri Mulyaningsih dalam sambutan pembukaannya mernyampaikan bahwa “Pelaksanaan Kuliah Tamu ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Teknologi Mineral IST AKPRIND Yogyakarta dengan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir, BATAN”.

(Jakarta, 25/07/2019) BATAN ditunjuk oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai tuan rumah acara Fellowship Training. Peserta berasal dari Libyan Atomic Energy Establishment-Libya, yang terdiri atas 5 orang researcher dan engineer. Kegiatan fellowship berlangsung mulai tanggal 1­–26  Juli 2019 atau selama empat minggu. Peserta ditempatkan di tiga unit kerja di BATAN sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Dua orang di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), dua orang di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), dan satu orang di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN). Minggu pertama semua peserta menjalani kegiatan di Pusdiklat. Minggu kedua sampai keempat menjalani kegiatan utama di masing-masing unit kerja terkait.

Mr. Abduelhamed Mohamed Salem Ethman merupakan peserta yang menjalani fellowship  di PTBGN. Topik yang diusung adalah Exploration, Estimation, and Evaluation of Uranium Resources. Topik ini sesuai dengan tugas dan fungsi PTBGN, khususnya Bidang Eksplorasi. Kepala PTBGN dalam sambutan pembukaan menekankan akan pentingnya diskusi dan tukar pengalaman terkait dengan kegiatan di bidang eksplorasi di kedua negara. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan hasil saling menguntungkan di antara kedua pihak.