Slide item 1

BATAN Lakukan Akselerasi Pemanfaatan Bahan Galian Nuklir

BATAN melakukan akselerasi pemanfaatan dan pengelolaan bahan galian nuklir terutama mineral radioaktif, mudah-mudahan semua bisa memberikan hasil (outcomes). Sehingga apa yang kita teliti dan kembangkan tidak hanya berhenti di lab tapi juga kita hilirkan dan komersialisasikan,” ungkap Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawa, saat .....

Selengkapnya...
TPP_BGN
KKIP_BGN

(Jakarta, 29/03/16). Pemerintah Indonesia saat ini memberikan perhatian khusus terhadap logam tanah jarang (LTJ) dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kandungan LTJ di bumi Indonesia cukup melimpah sehingga Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemasok LTJ dunia yang saat ini didominasi oleh China. Karakteristik material LTJ yang istimewa menjadikan LTJ sangat diminati oleh industri, terutama industri maju dan strategis seperti industri elektronik, otomotif, perminyakan, kedirgantaraan, dan pertahanan.

(Yogyakarta, 22/03/2016) Pemanfaatan teknologi nuklir khususnya di Indonesia sudah merambah ke berbagai bidang, diantaranya pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan. Selain itu teknologi nuklir juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang dikenal dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga penelitian yang diberi tugas untuk melakukan penyiapan pembangunan PLTN  telah melakukan berbagai persiapan diantaranya studi tapak dan studi kelayakan terhadap calon tapak PLTN.

(Bandung, 25/01/2016), Kegiatan unggulan Tahunan yang di gelar oleh Kementerian  Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) adalah Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (Ekspedisi NKRI) yang diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2011 dengan wilayah Koridor Bukit Barisan hingga tahun 2016 wilayah Koridor Papua Barat yang penyelenggaraannya dikoordinatori oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, TNI, POLRI, Mahasiswa dan Peneliti.

Jakarta ( 7/12/2015), Sumberdaya Uranium dan Thorium merupakan salah satu output utama dari Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN). Sebagai sektor hulu dari siklus bahan bakar nuklir sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang No. 10 tentang Ketenaganukliran, pasal 9 yang memberikan wewenang kepada Badan Pelaksana untuk melaksanakan penyelidikan umum, eksplorasi dan eksploitasi bahan galian nuklir. Dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia PTBGN sebagai pelaksana inventarisasi sumberdaya bahan galian nuklir, serta menyetarakan konsep perhitungan sumberdaya bahan galian nuklir dengan mineral lainnya, maka dilaksanakan workshop sumberdaya uranium, yang mengambil tema “Pengenalan kode KCMI dan Penerapannya dalam Evaluasi Sumberdaya Mineral Radioaktif”. Workshop ini diselenggarakan atas kerjasama antara Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir – BATAN dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) berlangsung selama dua hari tanggal 7 – 8 Desember 2015. Pada saat pembukaan workshop, Deputi Kepala BATAN bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) Taswanda Taryo, menyampaikan: “Sumberdaya uranium dan thorium sebagai sektor hulu dari siklus bahan bakar nuklir harus benar dan langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan kaedah-kaedah yang diakui secara nasional dan internasional”.

(Jakarta, 7/12/2015),  Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) meruapakan salah satu unit kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang mempunyai tugas melakukan kajian terhadap bahan galian nuklir di Indonesia. Sumberdaya Uranium dan Thorium merupakan salah satu output utama dari Pusat ini. Sebagai sektor hulu dari siklus bahan bakar nuklir sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang No. 10 tentang Ketenaganukliran, pasal 9 yang memberikan wewenang kepada Badan Pelaksana untuk melaksanakan penyelidikan umum, eksplorasi dan eksploitasi bahan galian nuklir.