Slide item 1

PKSEN melaksanakan pengkajian, pengembangan teknologi sistem PLTN dan pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik, serta studi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar PLTN

Slide item 2

PKSEN melaksanakan tugas manajemen pembangunan PLTN (MPP) anatara lain pengkajian potensi kemampuan industri nasional, alih teknologi PLTN dan manajemen pembangunan PLTN dan kesiapan SDM.

Slide item 3

PKSEN juga bertugas untuk melaksanakan pengembangan perencanaan sistem energi nasional dan kelistrikan khususnya skenario dengan adanya pembangkit PLTN

Slide item 4

PKSEN mempunyai tugas dan fungsi menyiapkan data teknis aspek tapak dan lingkungan calon tapak PLTN yang memadai sebagai bagian dari insentif pemerintah untuk mendukung proses perijinan PLTN

(Pontianak, 10/10/2019) Keterbatasan sumber daya energi yang dimiliki Provinsi Kalimantan Barat, menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan industri di daerahnya. Potensi pemenuhan kebutuhan energi yang sesuai dengan Kalimantan Barat adalah dengan memanfaatkan teknologi nuklir sebagai sumber energi listrik yakni Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hal ini disampaikan Kepala Balitbang Provisi Kalimantan Barat, Ansfridus J. Andjio pada Seminar Infrastruktur Energi Nuklir di Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (10/10).

Pemerintah provinsi Kalbar ingin membangun PLTN untuk menopang tumbuhnya industri dalam rangka meningkatkan perekonomian di Kalbar. "Pemerintah provinsi Kalbar ingin membangun hilirisasi industri, beberapa diantaranya yang berbasis tambang dan CPO, kami memperkirakan nantinya akan dibutuhkan sumber energi yang besar, energi yang besar saat ini adalah PLTN, karena kedepannya batubara habis, gas habis, minyak bumi akan habis, dalam arti akan mahal. Kedepannya listrik akan mahal, tidak terpenuhi dari pembangkit listrik yang sekarang ada dari PLN," ujar Ansfridus.

(Tangerang Selatan, 18/09/2019), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggandeng masyarakat untuk mensosialisasikan pemanfaatan Iptek nuklir, demikian yang disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro, saat meresmikan pembentukan mitra Bestari BATAN pada acara pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 7 kelurahan di sekitar kawasan nuklir Serpong yang meliputi kelurahan Setu, Muncul, Bakti jaya, Kademangan, Keranggan, Cisauk dan Pabuaran, 13/09.

Acara yang mengangkat tema “Teknologi Nuklir dan Pemanfaatannya”, berlangsung di rumah makan Lubana Sengkol, Muncul, Tangerang Selatan, lokasi ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, sekaligus menghindari kesan nuklir yang kerap kali negatif di benak masyarakat, selain itu juga, kegiatan ini menjadi program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) Flagship, Reaktor Daya Eksperimental 2019 Kemenristekdikti, dlm rangka peningkatan pemahaman iptek nuklir dimasyarakat sekitar Puspiptek.

(Jakarta, 12/9/2019). Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi menghimbau pemerintah untuk memasukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam sistem kelistrikan nasional. Menurut Kurtubi Indonesia perlu mempercepat pertumbuhan ekonominya agar tidak terjebak dalam Middle Income Trap, berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah  tetapi tidak dapat keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

“Namanya negara industri maju,  maka industrinyalah yang banyak,  industri yang berperan secara signifikan dalam pertumbuhan perokonomian negara. Untuk itu perlu didukung oleh adanya ketersediaan listrik yang mampu mendorong industrialisasi,” demikian disampaikan Kurtubi pada Focus Group Discussion (FGD) yang bertema Menyongsong Industri Nuklir di Indonesia, di Hotel Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan, Selasa (10/9).

(Jakarta, 31/07/2019) Bertempat di rumah makan Lembah Mas Jaya, di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyapa masyarakat sekitar wilayah puspiptek dalam sebuah pertemuan informal, Selasa (30/07). Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Suparman menyampaikan bahwa kegiatan saling sapa ini tujuannya agar merekatkan silaturahmi antara BATAN dengan masyarakat terdekat dari kawasan nuklir serpong, pentingnya saling mengenal sehingga nantinya kenal pada BATAN dan nuklir pada umumnya.

(Samarinda, 18/12/2018) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan lahan 20 heaktre untuk pembangunan fasilitas iradiator agar mampu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi. Hal ini disampaikan Ketua Balitbangda Provinsi Kaltimantan Timur, Edi Kuswadi pada kegiatan serah terima kegiatan pra studi kelayakan yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  terhadap rencana pengembangan kawasan Buluminum, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai Kawasan Buluminum Nuclear Industry Science Techno Park (BNI-STP) di Samarinda, Selasa (18/12).

“BNI-STP merupakan bagian dari Science and Technology Park (STP) yang dirancang oleh Kementerian Ristek Dikti yang berlokasi di Buluminung dengan luas total 4.808 Ha, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). BNI-STP sendiri memiliki luas sekitar 20 Ha,” kata Edi