Slide item 1

PKSEN melaksanakan pengkajian, pengembangan teknologi sistem PLTN dan pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik, serta studi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar PLTN

Slide item 2

PKSEN melaksanakan tugas manajemen pembangunan PLTN (MPP) anatara lain pengkajian potensi kemampuan industri nasional, alih teknologi PLTN dan manajemen pembangunan PLTN dan kesiapan SDM.

Slide item 3

PKSEN juga bertugas untuk melaksanakan pengembangan perencanaan sistem energi nasional dan kelistrikan khususnya skenario dengan adanya pembangkit PLTN

Slide item 4

PKSEN mempunyai tugas dan fungsi menyiapkan data teknis aspek tapak dan lingkungan calon tapak PLTN yang memadai sebagai bagian dari insentif pemerintah untuk mendukung proses perijinan PLTN

(Tangerang Selatan, 18/09/2019), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggandeng masyarakat untuk mensosialisasikan pemanfaatan Iptek nuklir, demikian yang disampaikan oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro, saat meresmikan pembentukan mitra Bestari BATAN pada acara pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 7 kelurahan di sekitar kawasan nuklir Serpong yang meliputi kelurahan Setu, Muncul, Bakti jaya, Kademangan, Keranggan, Cisauk dan Pabuaran, 13/09.

Acara yang mengangkat tema “Teknologi Nuklir dan Pemanfaatannya”, berlangsung di rumah makan Lubana Sengkol, Muncul, Tangerang Selatan, lokasi ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan kekeluargaan, sekaligus menghindari kesan nuklir yang kerap kali negatif di benak masyarakat, selain itu juga, kegiatan ini menjadi program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) Flagship, Reaktor Daya Eksperimental 2019 Kemenristekdikti, dlm rangka peningkatan pemahaman iptek nuklir dimasyarakat sekitar Puspiptek.

Suryantoro menjelaskan, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat apa saja yang telah dilakukan oleh BATAN selama ini, terkait dengan hasil penelitian, manfaatnya untuk masyarakat dan dampaknya.

"BATAN selama ini melakukan penelitian dan pengembangan Iptek nuklir untuk tujuan damai, pemanfaatan Iptek nuklir di Indonesia sepenuhnya digunakan untuk kesejahteraan manusia, tidak akan digunakan untuk membuat senjata nuklir, kita memanfaatkan teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Suryantoro.

Lebih lanjut Suryantoro mengatakan, BATAN telah mengembangkan beberapa hal terkait pemanfaatan teknologi nuklir, yang pertama untuk bidang kesehatan, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan diagnosis, seperti contohnya, untuk mengecek kondisi paru paru seseorang dengan menggunakan alat rontgen. “Alat rontgen ini merupakan aplikasi pemanfaatan Iptek nuklir untuk mendiagnosis kondisi paru paru pasien, dengan melakukan rontgen dapat dideteksi adanya flek pada paru paru seseorang,” tambahnya.

Manfaat lain dari teknologi nuklir juga juga dapat diaplikasikan di bidang pertanian, saat ini BATAN telah menghasilkan 23 varietas unggul padi, varietas unggul padi yang dihasilkan dari penelitian BATAN memiliki keunggulan bulir padinya lebih banyak, umur tanam yang pendek dan batang yang pendek sehingga tidak mudah rebah.

BATAN juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan bibit padi lokal, salah satunya yang terbaru adalah beras Rojolele yang terkenal berasal dari Klaten, bila dulu Rojolele memiliki umur tanam hingga 6 bulan dan tinggi batangnya mencapai 1,5 meter, setelah diaplikasikan teknologi nuklir dengan teknik mutasi radiasi dihasilkan benih baru dengan umur tanam lebih pendek  hingga 4 bulan, tinggi batang 1 meter dan bulir padi yang lebih banyak.

Terkait dengan dibentuknya mitra Bestari BATAN, Kordinator acara pertemuan, Mudjiono menjelaskan, tujuan dari dibentuknya mitra Bestari ini adalah untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat di sekitar fasilitas nuklir BATAN, harapan kami dengan terbentuknya mitra Bestari ini dapat menjadi mitra BATAN dalam mensosialisasikan hasil hasil penelitian BATAN kepada masyarakat luas, sehingga dapat menghadirkan BATAN ditengah tengah masyarakat.

“Nama Bestari ini sendiri berasal dari filosofi jawa yang berarti terus menerus dan berkelanjutan, keberadaan BATAN disini akan terus ada, begitu juga masyarakat disekitarnya, diharapkan keberadaan keduanya dapat saling memberi manfaat satu sama lainnya,” jelas Mudjiono

Pada saat diskusi, Nurahman salah satu perwakilan masyarakat dari kelurahan Muncul, mengatakan, saat ini saya melihat BATAN telah berinovasi menggunakan teknologi nuklir untuk manfaat masyarakat, saya juga berharap BATAN dapat lebih berperan dan berkontribusi secara internasional.

"Harapannya, bagaimana caranya mitra Bestari BATAN ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, kami siap mendukung kegiatan BATAN , BATAN berinovasi terkait teknologi nuklir dan kami siap mendukung penyebaran aplikasi teknologi nuklirnya di masyarakat, sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Namun, lebih dari itu, kami mengharapkan BATAN dapat merekrut pegawai dari masyarakat sekitar fasilitas, sehingga ada dari kami yang bisa bekerja di BATAN," harap Mudjiono.