Slide item 1

PKSEN melaksanakan pengkajian, pengembangan teknologi sistem PLTN dan pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik, serta studi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar PLTN

Slide item 2

PKSEN melaksanakan tugas manajemen pembangunan PLTN (MPP) anatara lain pengkajian potensi kemampuan industri nasional, alih teknologi PLTN dan manajemen pembangunan PLTN dan kesiapan SDM.

Slide item 3

PKSEN juga bertugas untuk melaksanakan pengembangan perencanaan sistem energi nasional dan kelistrikan khususnya skenario dengan adanya pembangkit PLTN

Slide item 4

PKSEN mempunyai tugas dan fungsi menyiapkan data teknis aspek tapak dan lingkungan calon tapak PLTN yang memadai sebagai bagian dari insentif pemerintah untuk mendukung proses perijinan PLTN

(Jakarta, 13/10/2017) Di sela-sela gelaran International Conference of Nuclear Energy Technology (ICoNET) dan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Universitas Hasanudin (UNHAS) menandatangani piagam kerja sama di Kampus UNHAS, Makasar, (12/10). Piagam kerja sama yang ditandatangani oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan, Budu Manyu, merupakan perpanjangan kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin sejak 51 tahun yang lalu.

(Bangka Barat, 09/05/2017) Bertempat di Kantor Bupati Bangka Barat, Sekretaris Utama Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Falconi Margono  melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah Bangka Barat yang diterima oleh  Bupati Bangka Barat, Parhan Ali beserta jajaran Kepala Dinas terkait. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan oleh Falconi program kegiatan yang telah dilakukan BATAN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), salah satunya adalah program pemberian beasiswa kepada siswa-siswa di Babel. Program ini dilatarbelakangi oleh semakin pesatnya pemanfaatan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nuklir dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkecimpung didalamnya. “Sejak tahun 2011, BATAN telah memberikan 78 beasiswa kepada siswa-siswa yang tersebar di seluruh Babel, dan saat ini para penerima beasiswa tersebut tersebar di berbagai universitas negeri, antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Indonesia,” jelas Falconi. 

(Serpong, 07/02/17). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sedikit bernafas lega karena akhirnya izin tapak pembangunan Reaktor Daya Eksperimental  (RDE) disetujui oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada Januari 2017.

Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir BATAN, Yarianto Sugeng Budi Susilo mengatakan, walaupun keluarnya izin tapak RDE sedikit meleset dari perkiraan BATAN, yaitu pada bulan Juli 2016, namun ia meyakini proses pembangunan RDE akan berjalan tidak terlalu meleset dari roadmap RDE.

“Dengan izin yang diberikan Bapeten pada 23 Januari 2017, berarti kami bisa melangkah ke perizinan selanjutnya,” ujar Yarianto saat konferensi pers di Gedung 71, Kawasan Nuklir BATAN Serpong, Selasa (07/02).

(Serpong, 24/10/2016). Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai sumber energi yang melimpah, namun Kalimantan Timur menjadi daerah yang mengalami defisit pasokan listrik. Sudah puluhan tahun sumber energi di Kalimantan Timur dikuras untuk kemaslahatan negeri ini, mulai gas, minyak dan batu bara. Sayangnya, kekayaan itu tidak membuat kebutuhan rakyat Kalimantan Timur akan energi listrik yang murah bisa terpenuhi. Karena itu, rakyat dan pemerintah Kalimantan Timur ingin memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) guna mendapatkan sumber energi listrik yang murah dan mencukupi dalam jangka panjang. Di sisi lain, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai promotor penggunaan teknologi nuklir di Indonesia mempunyai kewajiban mempromosikan penggunaan teknologi nuklir untuk listrik sebagai pengembangan energi baru.   Oleh karena itu BATAN telah  melakukan survei tapak potensial untuk mendukung program pembangunan PLTN di Kalimantan Timur.

(Batam, 04/08/16). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam menggelar Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN) 2016. Seminar ini merupakan salah satu upaya untuk menyosialisasikan teknologi nuklir dan karya ilmiah BATAN maupun pihak-pihak terkait.

“Tahun ini kita masih sosialisasi, mengenalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terkait lokasi, keselamatan, termasuk resiko yang mungkin terjadi,” ujar Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto saat konferensi pers di sela-sela seminar.