Slide item 1

PKSEN melaksanakan pengkajian, pengembangan teknologi sistem PLTN dan pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik, serta studi pemanfaatan thorium sebagai bahan bakar PLTN

Slide item 2

PKSEN melaksanakan tugas manajemen pembangunan PLTN (MPP) anatara lain pengkajian potensi kemampuan industri nasional, alih teknologi PLTN dan manajemen pembangunan PLTN dan kesiapan SDM.

Slide item 3

PKSEN juga bertugas untuk melaksanakan pengembangan perencanaan sistem energi nasional dan kelistrikan khususnya skenario dengan adanya pembangkit PLTN

Slide item 4

PKSEN mempunyai tugas dan fungsi menyiapkan data teknis aspek tapak dan lingkungan calon tapak PLTN yang memadai sebagai bagian dari insentif pemerintah untuk mendukung proses perijinan PLTN

(Serpong, 03/03/16). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sedang menggarap rencana pembangunan Reaktor Daya Non Komersial (RDNK), yang berlokasi di Puspiptek Serpong. Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Jazi Eko Istiyanto mengatakan, jika RDNK berhasil dibangun bukanlah semata keberhasilan BATAN saja, tetapi bangsa Indonesia.

“Keberhasilan RDNK tidak hanya keberhasilan BATAN, tetapi juga keberhasilan BAPETEN dan juga bangsa Indonesia”, katanya saat berkunjung langsung ke Tapak RDNK.

(Jakarta, 13 Januari 2015). Tema ini disampaikan oleh Dr. Taswanda Taryo, selaku Deputi Pengembangan Teknologi Energi Nuklir dalam acara Rapat Koordinasi Kedeputian TEN di PTBGN dalam Bahasa Inggris yang dihadiri oleh Kepala BATAN, Kepala dan staf dari PTBGN, PTLR, PTBBN, PTKRN, dan PKSEN. Saat ini Indonesia masih dibebani dengan subsidi energi yang cukup besar, dengan nilai lebih 300 triliun rupiah per tahun, sehingga menghambat pembangunan infrastruktur energi (pembangkit listrik, jaringan listrik, kilang minyak dll).

(Jakarta, 18/07/2013); "Dalam RPJPN ke depan, energi dan inovasi menjadi prioritas, dan saya sepakat dengan energi nuklir. Perlu kerja sama untuk menggolkan visi itu". Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri PPN/ Wakil Kepala Bappenas Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, MA. di ruang kerjanya saat menerima kunjungan dari Delegasi BATAN yang dipimpin oleh Kepala BATAN Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, didampingi Deputi PTDBR Dr. Ferhat Aziz, Kepala PPEN Ir. Yarianto MSi, Kepala BKHH Drs. Totti Tjiptosumirat M.Rur, Sci, dan Kepala BP Drs. Budi Santoso M.Eng, Kamis (18/07/13).

(Jakarta, 19/08/2013); SMR (Small Medium Reactor) merupakan teknologi yang dikembangkan untuk menjawab tantangan kebutuhan energi bagi negara-negara yang kapasitas jaringan listriknya belum memadai untuk PLTN skala besar. Di Indonesia studi mengenai SMR sudah dimulai sejak tahun 2001. SMR cocok diaplikasikan di luar pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Papua dan pulau-pulau kecil yang belum memiliki kapasitas jaringan.

Serpong (18/06/13) "Kalimantan Barat (Kalbar) adalah satu-satunya propinsi secara kompak, baik dari Pemerintah Provinsi, maupun universitas yang telah sepakat dan bertekad bulat (mendukung pembangunan PLTN), maka dengan kekompakan itu akan menuju kesuksesan. Kami dari pihak BATAN sangat mendukung, dan membina, serta membimbing dalam pelaksanaan pembangunan PLTN", demikian sambutan Kepala Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) BATAN Dr. Setiyanto, pada workshop Teknologi dan Keselamatan PLTN, di Gd. 80 PTRKN - BATAN Serpong, Rabu 18/06/13.