WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

Sejak awal tahun 2012, reaktor TRIGA-2000 Bandung tidak dioperasikan karena tidak tersedianya batang kendali yang memadai untuk menunjang keselamatan operasi reaktor. Untuk mengatasi perihal tersebut dan agar reaktor dapat dioperasikan kembali, maka Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) mengusulkan 4 (empat) opsi sebagai berikut:

  1. Mengganti seluruh bahan bakar dan batang kendali dengan yang baru.
  2. Menggunakan bahan bakar yang masih tersedia dan batang kendali reaktor TRIGA tanpa bahan bakar (BKRTTBB).
  3. Mengkonversi bahan bakar standar UZrHx menjadi bahan bakar U3Si2/Al tipe pelat.
  4. Dekomisioning.

Dengan mempertimbangkan opsi-opsi tersebut, Kepala BATAN mengambil kebijakan untuk mengoperasikan kembali reaktor TRIGA-2000 Bandung dengan menggunakan bahan bakar UZrHx yang masih tersedia dan mengganti batang kendali menggunakan BKRTTBB. Berkaitan dengan perihal tersebut, maka pimpinan BATAN menugaskan kepada PTBBN untuk membuat BKRTTBB TRIGA-2000. Hal ini didasarkan pada pengalaman keberhasilan pembuatan batang kendali untuk Reaktor Serba Guna GA Siwabessy (RSG-GAS) dan bahan bakar standar reaktor Kartini PSTA – BATAN Yogyakarta.
Berdasarkan data yang diperoleh dari penanggungjawab operasi reaktor TRIGA-2000 Bandung bahwa untuk keselamatan pengoperasian reaktor dibutuhkan BKRTTBB sebanyak 4 (empat) buah.
Perancangan BKRTTBB dibuat dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan fasilitas alat/mesin yang dimiliki BATAN. Bentuk dan dimensi BKRTTBB reaktor TRIGA-2000 Bandung dirancang sama seperti batang kendali yang menggunakan bahan bakar pengikut (Fuel Follower Control Rod - FFCR). Material yang digunakan untuk pembuatan seluruh komponen struktur adalah SS-304, bahan penyerap neutron yang digunakan adalah Boron Carbide (B4C) ,sedangkan bahan bakar diganti dengan dengan material SS-304 berbentuk rod. Perbedaan lainnya antara BKRTTBB hasi lrancangan dan FFCR terletak pada bagian dalam BKRTTBB terdapat penambahan beberapa komponen struktur yang berfungsi sebagai penahan dan atau penyangga komponen struktur lain yang terkait.

Untuk merealisasikan tugas yang diberikan oleh Kepala BATAN, maka PTBBN telah merancang dan membuat alat bantu untuk fabrikasi BKRTTBB, yang meliputi:

  1. Penahan kelongsong pada saat pembubutan ujung 
  2. Penahan sampel kelongsong dalam proses crimping
  3. Membentuk alur pada kelongsong
  4. Pembatas posisi komponen struktur dalam proses crimping
  5. Pembatas ketinggian tonjolan kelongsong pada waktu pengelasan
  6. Penyerap panas pada saat pengelasan
  7. Alat bantu proses pengelasan tutup atas dan bawah pada kelongsong
  8. Pengontrol diameter agar memenuhi dimensi teras ketika BKRTTBB diinsersi
  9. Pelubang flexiglasspada pembuatan glove box
  10. Penambah panjang Chamber Helium Leak Test
  11. Untuk pengisian gas Helium dan penyumbatan BKRTTBB sebelum pengelasan akhir

Gambar :

Pada bulan Agustus 2015, BKRTTB 1 telah dilakukan uji dingin dan berhasil. Pada bulan November telah dilakukan uji panas, kedua hasil pengujian tersebut sangat memuaskan sehingga, PTBBN diminta untuk membuat kembali 3 buah batang kendali.

Kegiatan fabrikasi batang kendali tersebut pada tanggal 4 dan 5 November 2015 telah disaksikan oleh KaPSTNT dan Kabid Operasi Reaktor TRIGA beserta Tim Verifikasi dari BAPETEN. Pada saat bersamaan pula,  tim Inspeksi dari BAPETEN pun berada di PSTNT untuk menyaksikan uji kalibrasi dan uji panas Reaktor TRIGA 2000 menggunakan batang kendali (BKRTTBB 1) dan uji panas tersebut dinyatakan berhasil. Kemudian pada tanggal 19 Nopember 2015, tiga buah batang kendali (BKRTTBB no 2, 3 dan 4) dikirimkan ke PSTNT untuk uji dingin. Selanjutnya pada tanggal 26 nopember 2015, Reaktor Triga 2000 yang telah dipasangi 2 batang kendali (BKRTTBB 1 dan BKRTTBB 3) telah berhasil dioperasikan hingga 500 watt dengan disaksikan oleh Ka BAPETEN, Direktur Perijinan Instalasi dan Bahan Nuklir dan Bapak Wiryono selaku inspektur  serta KaPTBBN dan staff.

Keberhasilan PTBBN memproduksi Batang Kendali Reaktor Triga Tanpa Bahan Bakar ini membuktikan bahwa PTBBN secara teknologi dan mandiri telah sanggup memproduksi batang kendali untuk menjaga kebutuhan operasi Reaktor Triga. Pada saat ini General Atomic (GA) tidak lagi melakukan produksi Batang Kendali jenis ini.