WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Serpong, 24/07/2019) Menurut Etienne Wenger (2002), Community of Practice atau CoP merupakan aktivitas yang dilakukan oleh suatu komunitas untuk memelihara, memberikan, dan meningkatkan suatu bidang keahlian atau pengetahuan. CoP Nuclear Safeguards PTBBN sendiri dibentuk sebagai salah satu wadah Manajemen Pengetahuan Nuklir (MPN) untuk para praktisi safeguards di PTBBN. Tujuannya untuk berbagi informasi dan pengetahuan mengenai safeguards untuk para anggota CoP yang sangat membantu dalam operasional kerja maupun pengembangan kompetensi.

Kegiatan CoP Nuclear Safeguards PTBBN dibuka dan diresmikan oleh Kepala PTBBN, Ir. Agus Sumaryanto, MSM. Beliau menyampaikan bahwa saat ini di PTBBN sudah ada 1 (satu) CoP yaitu mengenai XRD yang telah dimulai minggu lalu. Kegiatan CoP tersebut mendapatkan respon yang bagus dan antusias dari Kepala BATAN. Beliau berharap agar CoP Nuclear Safeguards PTBBN dapat menjadi trigger untuk munculnya ide-ide baru yang bisa dibagikan antar sesama anggota komunitas dan menjadi pionir terbentuknya CoP Nuclear Safeguards di luar PTBBN.

Acara inti dari CoP pada tanggal 24 Juli 2019 adalah Sharing Knowledge Workshop on Managing Safeguards Training Programs for State Authorities oleh Pertiwi Diah Winastri, ST. Tema tersebut sangat sesuai sebagai pembuka kegiatan CoP Nuclear Safeguards PTBBN karena workshop baru saja dilaksanakan  pada tanggal 24-28 Juni 2019 di Argonne National Laboratory (ANL), USA. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama workshop sesuai dengan semangat diadakannya CoP sebagai manajemen pengembangan pengetahuan safeguards. Selain itu, membahas manajemen pelatihan safeguards juga sebagai salah satu persiapan penyelenggaraan Pelatihan Pengurus Inventori Bahan Nuklir BATAN tahun 2019 yang akan diadakan oleh ABNPL pada tanggal 5-16 Agustus 2019 mendatang. 

Tujuan diadakannya Workshop on Managing Safeguards Training Programs for State Authorities oleh US DOE/NNSA untuk memperkuat kemampuan negara peserta dalam perencanaan program pelatihan safeguards dan untuk membangun hubungan internasional bagi para peserta workshop. Negara peserta workshop berasal dari Aljazair, Argentina, Gana, Indonesia, Nigeria, Romania, UEA, dan USA. Pertiwi menyampaikan bahwa metode workshop adalah presentasi dari setiap negara peserta dan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) sehingga menghasilkan program pelatihan safeguards mereka sendiri. Ilmu yang didapatkan dari workshop dan informasi pengalaman dari negara peserta lainnya dapat mendukung program CoP dalam penyusunan topik yang diperlukan oleh anggota CoP.

“Salah satu isu yang dibahas pada saat workshop karena menjadi sebagian besar permasalahan negara peserta dan belum ada penyelesaian yang berarti adalah : Safeguards is ‘not sexy’ anymore”, ujar Pertiwi. Banyak negara yang mempunyai permasalahan kurangnya minat para pegawai mereka untuk menjadi inspektur safeguards, sehingga program pelatihan safeguards tidak berjalan lancar. Setelah disampaikan, isu tersebut menjadi topik yang menarik dalam diskusi CoP kali ini. Hasil diskusi dari topik ‘untuk membuat safeguards kembali menarik’ adalah dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan join research mengenai safeguards yang diadakan oleh institusi internasional, memaksimalkan potensi yang dimiliki serta menjalin networking/relasi internasional. Cita-citanya adalah agar PTBBN dapat melahirkan nuclear safeguards expert dan menunjukkan eksistensinya baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan visi BATAN yaitu unggul di tingkat regional.(PDW/KI)