WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 05/08/2019) Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir (BFBBN) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar untuk reaktor nuklir baik reaktor daya maupun riset. Dalam melaksanakan tugas tersebut  selalu didukung oleh  fasilitas  laboratorium kendali kualitas (KK) dalam melakukan pengendalian kualitas fabrikasi bahan bakar nuklir.  Tugas dan fungsi  laboratorium  Kendali Kualitas adalah melakukan pengujian dan karakterisasi mulai dari bahan baku baik secara merusak maupun tidak merusak hingga diperoleh elemen bakar nuklir sesuai dengan persyaratan. Dalam kegiatan kendali kualitas  diperlukan kompetensi  dalam mengolah data hasil analisis secara tepat dan benar. Salah satu unsur dalam pengolahan data hasil pengujian tersebut adalah menentukan nilai ketidakpastian hasil pengujian.

Oleh karena itu untuk mendapatkan nilai ketidakpastian yang benar  diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kompetensi dan pengalaman  dalam hal penentuan nilai ketidakpastian hasil pengukuran. Salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi SDM tersebut perlu adanya pelatihan berupa  workshop  penentuan nilai ketidakpastian  hasil  pengujian secara potensiometri, spektrofotometri serapan atom (AAS), peleburan seperti analisis : carbon dan ONH  serta secara gravimetri O/U dsb.

Berdasarkan hal tersebut di atas pada tanggal 05 sampai dengan 12 Agustus 2019 bertempat di ruang rapat lantai 3 gedung 65 Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) menyelenggarakan Workshop Penentuan Nilai Ketidakpastian Hasil Pengujian Kimia dan Fisika  yang diikuti oleh seluruh personil yang terlibat di dalam Laboratorium Kendali Kualitas PTBBN dan Bidang Uji Radiometalurgi (BUR). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM  dalam menentukan nilai ketidakpastian hasil pengujian di bidang kendali kualitas baik  pengujian  merusak maupun tidak merusak.  Hal ini berkaitan dengan tugas utama Batan yaitu hasil litbang fabrikasi elemen bakar nuklir. 

Torowati, ST sebagai Ketua Penyelenggara Workshop dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM dalam hal perhitungan ketidakpastian. Beliau juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk menggali ilmu kepada narasumber tentang perhitungan ketidakpastian.

Dalam sambutannya Kepala BFBBN selaku Ketua Pengarah menyampaikan bahwa di PTBBN telah beberapakali mengadakan kegiatan seperti ini dengan narasumber yang berbeda dan gaya menyampaikannya juga berbeda, untuk itu kami mohon bantuan narasumber dapat memberikan pencerahan kembali terhadap masalah ketidakpastian, sehingga SDM di PTBBN dalam menentukan ketidakpastian dapat meningkatkan kemampuannya.

Agus Sumaryanto dalam sambutannya membuka acara workshop mengatakan bahwa “workshop dapat berjalan dengan lancar untuk kepentingan kita semua dalam kegiatan yang aktivitas banyak bermain dengan pengukuran atau analisis, uji suatu bahan sehingga ketidakpastian sangat diperlukan.

Materi yang menjadi pembahasan pada workshop ini antara lain : Penentuan Nilai Ketidakpastian Hasil Pengujian Kimia dan Fisika, Identifikasi Nilai Ketidakpastian Hasil Pengujian Kimia dan Fisika, Membuat Rumusan Nilai Ketidakpastian Hasil Pengujian Kimia dan Fisika dalam bentuk Excel, dengan narasumber Ir. Yustina dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN.

Narasumber dalam workshop ini memaparkan paparannya tentang “Ketidakpastian sangat terkait dengan persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dalam proses pengujian”. Nilai ketidakpastian dapat ditentukan dari banyak faktor yang akan mempengaruhi pengukuran. Dua jenis sumber kesalahan/ketidakpastian, yaitu Tipe A : kesalahan random, dan Tipe B : kesalahan sistematik