WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 30/07/2019) Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) merupakan salah satu instalasi nuklir non reaktor yang terdapat di PTBBN-BATAN. Fungsi utama IEBE adalah melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi produksi bahan bakar nuklir untuk reaktor daya dan reaktor riset. Untuk bisa beroperasi, IEBE memerlukan ijin operasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Masa berlaku ijin operasi IEBE akan berakhir pada tahun 2022, untuk itu PTBBN perlu mengajukan perpanjangan ijin operasi IEBE.  

Dalam penyusunan dokumen perpanjangan ijin tersebut, PTBBN membentuk tiga tim yang terdiri dari :  

  1. Tim Penyusunan Dokumen Laporan Analisis Keselamatan (LAK), dengan koordinator Ir. Anwar
  2. Tim Penyusunan Penilaian Keselamatan Berkala (PKB), dengan koordinator Susanto, S.Kom
  3. Tim Penyusunan Manajemen Penuaan, dengan koordinator Dr. Dede Sutarya, MT

Tak bisa dipungkiri, dalam proses penyusunan dokumen perpanjangan ijin operasi IEBE, ketiga tim tersebut menemukan kendala atau masalah yang tidak dapat diselesaikan secara internal PTBBN. Untuk itulah PTBBN mengadakan kegiatan workshop Konsultasi Penyusunan Dokumen Perpanjangan Izin Operasi IEBE. Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2019 bertempat di ruang rapat uranium gedung 20 PTBBN, dengan mengundang narasumber dari direktorat  perijinan dan direktorat pengkajian BAPETEN. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Tim Penyusunan Dokumen Perpanjangan Izin Operasi IEBE.

“Tujuan dari penyusunan ini adalah kami akan mengajukan perpanjangan ijin ke BAPETEN untuk operasi IEBE yang akan berakhir pada tahun 2022, dan kami sudah menetapkan bahwa dokumen final yang akan disubmit itu akan selesai di bulan oktober. Kepala PTBBN sudah menunjuk kami semua yang ada disini untuk menyusun dokumen tersebut dan sudah berlangsung selama 2 bulan ini, dan ada 3 kelompok yang melakukan penyusunan tersebut. Masing-masing kelompok mempunyai masalah, dari kami sendiri tidak tahu solusinya bagaimana, oleh karena itu kami menghadirkan bapak/ibu dari BAPETEN untuk memberi konsultasi kepada kami dalam menyelesaikan dokumen tersebut,” ujar Ir. Ratih Langenati, MT selaku Kepala Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir.

Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M selaku Kepala PTBBN dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajuan  perpanjangan ijin ke BAPETEN ketentuannya harus disampaikan 2 sampai dengan 3 tahun sebelumnya, karena oleh BAPETEN akan dievaluasi dulu apakah layak atau tidak diberikan ijin perpanjangannya. Harapannya agar PTBBN diberi ijin kembali, karena instalasi ini hanya ada di kita, di ASEAN hanya ada di sini, ditempat lain tidak ada. Selain itu, ini merupakan cikal bakalnya reaktor riset maupun reaktor daya.

“Dari IEBE inilah sehingga nanti PT. INUKI, Reaktor GA Siwabessy bisa tetap beroperasional. Manakala nanti ada hal-hal yang perlu diperbaiki, sehingga nanti dokumen ini compile dengan aturan, itu yang kita harapkan. Ini bentuk kesungguhan dari PTBBN bahwa ijin memang penting dan kita akan membuat dokumenpun sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada. Mari sama-sama kita menyusun dokumen ini dengan harapan dalam jangka waktu 3 tahun mendatang kita sudah dapatkan ijinnya. Dengan kekompakan kita, dokumen akan selesai tepat waktu dan ijinnya akan keluar tepat waktu,” ujar Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M.

Rangkaian kegiatan workshop ini meliputi presentasi dari masing-masing koordinator tim penyusunan dokumen perpanjangan ijin operasi IEBE, dilanjutkan dengan presentasi Narasumber dari BAPETEN, dan sesi terakhir diisi dengan diskusi untuk menyelesaikan permasalah yang muncul dalam proses penyusunan dokumen tersebut. (Sar)