WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 12/11/2019) Penelitian terkait laju dosis radiasi  pada ketinggian jelajah pesawat terbang di Indonesia belum pernah dilakukan. Sehubungan hal tersebut, maka perlu dilakukan mapping laju dosis radiasi  pada ketinggian jelajah pesawat terbang dari Sabang sampai Merauke. Data mapping laju dosis radiasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar regulasi penerbangan di Indonesia agar selama penerbangan, awak pesawat dan penumpang nyaman, aman dan selamat. Selain itu, moncong pesawat diduga merupakan bagian yang paling terpapar radiasi kosmis.

Untuk meminimalkan paparan radiasi yang diterima awak dan penumpang pesawat, perlu dilakukan penelitian terhadap material struktur moncong pesawat. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memodifikasi material struktur pesawat terbang dengan mempertimbangkan dari sisi aerodinamis dan perisai radiasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN-BATAN) menyelenggarakan kegiatan Seminar Mapping Laju Dosis Radiasi dan Keselamatan Penerbangan, serta Material Struktur Tahan Radiasi dan Panas Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 November 2019 bertempat diruang Uranium gedung 20 PTBBN-BATAN dan diikuti oleh peserta yang terdiri dari para ilmuwan BATAN, LAPAN, PT. Dirgantara Indonesia dan TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutannya Kepala PTBBN Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M memaparkan, “Saya yakin ini menjadi pemicu kita semua agar kita senantiasa dapat saling berkoordinasi, meningkatkan kerjasama karena tidak mungkin kalau hanya dilakukan oleh teman-teman di BATAN atau PTBBN sendiri”, ujar Agus Sumaryanto.

Lebih lanjut dikatakan, “PTBBN ini sekarang sedang dalam pembinaan menuju Pusat Unggulan Iptek dibidang Teknologi Bahan Bakar Nuklir. Jadi ini salah satu kita memang mau menuju kesana, belum ditetapkan namun mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini kita benar-benar menjadi pusat unggulan teknologi bahan bakar nuklir, jadi jika bicara teknologi bahan bakar nuklir akan merujuk ke PTBBN BATAN. Harapannya ditingkat regional kalau orang mau belajar tentang teknologi bahan bakar pasti akan ke Indonesia. Perlu diketahui bahwa fasilitas yang ada ditempat kita ini hanya dimiliki 5 negara di Asia (Jepang, Tiongkok, India, Korea, dan Indonesia) mari kita gunakan fasilitas yang ada di kita ini untuk menjadikan Indonesia unggul tidak hanya di ASEAN tapi juga di Asia pasifik”, lanjut Agus.

Dalam seminar ini PTBBN menghadirkan narasumber yaitu Marsma TNI Bayu Roostono dari Dewan Ketahanan Nasional, Marsma TNI Bambang Wijanarko dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Kol. Tek Karso dari TNI Angkatan Udara, Dr. Sungging Mumpuni, M.Si dari LAPAN, Dr. Rhorom priyatikanto dari LAPAN, Dr. Arif Nur Hakim dari LAPAN, dan Nur Yulianto Darodjad, ST dari PTBBN-BATAN. Diharapkan dari kegiatan ini dapat terwujud sinergitas antar lembaga litbang untuk mencari solusi penyelesaian masalah dosis radiasi di bidang penerbangan; selain itu juga akan dibentuk kerjasama penelitian sinergis antara PTBBN – BATAN, Pusat Sains Antariksa – LAPAN, Pusbangtek Penerbangan, PT. Dirgantara Indonesia dan TNI Angkatan Udara di bidang pengukuran laju dosis radiasi di antariksa dan bahan struktur yang digunakan untuk industri nuklir dan dirgantara. (Sar)