WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 18/11/2019) Penelitian bahan bakar nuklir melibatkan banyak bidang keilmuan dan instansi/industri yang terkait. Hal ini diperlukan karena alur penelitian yang harus dilalui cukup panjang, dimulai dari desain bahan bakar, teknologi fabrikasi, perhitungan fisika reaktor untuk memastikan bahwa bahan bakar dapat dilakukan uji iradiasi di reaktor dengan selamat. Data desain, fabrikasi dan perhitungan fisika reaktor disusun dalam bentuk Laporan Analisis Keselamatan (LAK), untuk disampaikan ke Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam rangka mendapatkan ijin uji iradiasi bahan bakar di dalam reaktor.

PTBBN telah berhasil melakukan penelitian dan pengembangan bahan bakar U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 dan ditingkatkan ke skala produksi oleh PT. INUKI (Persero). Bahan bakar U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 tersebut digunakan sebagai bahan bakar Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy menggantikan bahan bakar U3O8/Al sejak tahun 2002 hingga saat ini. Tujuan perubahan bahan bakar reaktor dari oksida ke silida adalah untuk memperpanjang siklus operasi dan memperkecil biaya pemakaian bahan bakar.

Sejak tahun 2009 dilakukan penelitian  bahan bakar dispersi tipe pelat berbasis UMo, dan UZrNb sebagai pengembangan dari bahan bakar U3Si2/Al.  Pelat elemen bakar didesain dalam ukuran mini dan pada percobaan menggunakan uranium deplesi. Pembuatan sampel uji sedang dalam persiapan dengan menggunakan fasilitas yang ada di PTBBN bekerjasama dengan PT. INUKI (Persero).

Bahan bakar dispersi tipe pelat berbasis UMo dan UZrNb memiliki densitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar U3Si2/Al, gagalan produksinya lebih mudah diolah kembali, sehingga lebih memperpanjang siklus operasi di reaktor dan pemakaian bahan bakar di reaktor menjadi makin optimal.

Produk litbang bahan bakar reaktor riset tipe pelat jenis U3Si2/Al, UMo/Al, UZrNb/Al yang memenuhi kriteria sangat berpeluang dihilirisasi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar reaktor riset di dalam maupun luar negeri.  Untuk merealisasikan hal tersebut, maka perlu penyamaan persepsi dan tujuan semua pihak yang terkait dengan  Research and Development Capacity (RDC) bahan bakar reaktor riset.

Hal inilah yang melatarbelakangi PTBBN menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion Pengembangan Prototipe Bahan Bakar Reaktor Riset. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 18 November 2019 bertempat di ruang Uranium PTBBN dan dihadiri oleh Peneliti dari BATAN dan PT. INUKI (Persero) sebagai mitra litbang yang akan memproduksi hasil litbang.

Pada kegiatan ini, PTBBN menghadirkan Ir. Supardjo, MT, salah satu peneliti PTBBN sebagai narasumber. Selain itu PTBBN juga  mengundang narasumber dari luar Instansi antara lain: Ira Ariati, ST dari PT. INUKI, Dr. Mohammad Hamsal MSE, MQM, MBA dari Binus University Business School, Ir. Bambang Herutomo dan Mochamad Imron S.Si. dari PRSG-BATAN, Ing. Wiwiek Joelijani, MT dari Kemenristek, dan Ade Faisal, ST,.M.Sc dari Bappenas.

Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M selaku Kepala PTBBN menyampaikan, peneliti dan pranata nuklir PTBBN terutama yang madya dan utama harus termotivasi untuk melakukan inovasi. PTBBN diharapkan memiliki peralatan fabrikasi yang tebaru agar proses lebih efisien. Saat ini PTBBN telah melakukan inventarisasi permasalahan terkait ekspor bahan bakar U3Si2/Al  densitas 2.9 g/cm3 ke luar negeri dan telah disampaikan ke direksi PT. INUKI (Persero) agar dapat ditemukan solusi untuk permasalahan ini. Dalam memenuhi persyaratan ekspor, PTBBN telah selesai menyusun Data PIE 4,8 NDT (Non Destructive Testing), dan saat ini sedang dilakukan uji metalografi dan uji kimia di Laboratorium Uji PTBBN.

Dengan dilaksanakannya kegiatan FGD ini diharapkan dapat menyatukan visi dan misi dalam mewujudkan  kegiatan litbang bahan bakar reaktor riset di Indonesia, meningkatkan komunikasi ilmiah antara Lembaga Litbang, Regulator, Perguruan Tinggi, dan Industri dalam mendukung kegiatan litbang bahan bakar reaktor riset, dan diharapkan agar bahan bakar hasil litbang dapat ditingkatkan ke skala produksi oleh PT INUKI (Persero) untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar Reaktor Riset di dalam negeri dan luar negeri. (Sar)