Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Uji Radiometalurgi PTBBN-BATAN

Bidang Uji Radiometalurgi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknik uji radiometalurgi .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir PTBBN-BATAN

Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir.....

Selengkapnya...

(Tangerang Selatan, 17/12/2019) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN)  menyelenggarakan kegiatan “Forum Group Discusion (FGD) Peningkatan Mutu Pengelolaan Jurnal Ilmiah Menuju Jurnal Ilmiah Terakreditasi Bertaraf Internasional” pada  hari Selasa tanggal 17 Desember 2019 bertempat di Ruang Rapat Uranium  lantai 2 gedung 20, dengan Narasumber kegiatan yaitu Dr. Lukman, ST, M.Hum dari Ristek-BRIN, dan Prof. Dr. Evvy Kartini dari ATOM Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola jurnal Urania dan Majalah PIN, serta Anggota KPTF dilingkungan PTBBN.

Publikasi ilmiah dalam jurnal terutama jurnal internasional atau jurnal nasional terakreditasi sudah menjadi kewajiban dan tuntutan yang harus dipenuhi oleh para peneliti. Hal ini sejalan dengan Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 adalah tentang “kewajiban Publikasi Ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi”. PTBBN sedang melakukan berbagai program untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Salah satu program untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah para pejabat fungsional PTBBN adalah peningkatan jumlah dan mutu jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional dan atau mendapatkan pengakuan dunia.

Dalam sambutannya kepala PTBBN Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M menyampaikan harapannya jurnal yang dimiliki PTBBN yaitu jurnal URANIA dapat ditingkatkan bertaraf Internasional. Beliau juga menyampaikan bahwa PTBBN kedepan bertarget membuat ptototipe bahan bakar nuklir reaktor riset dan reaktor daya yang telah teruji dan tersertifikat, dalam perjalanannya akan menghasilkan KTI dan PATEN yang memerlukan media salah satunya adalah jurnal URANIA. Untuk itu URANIA diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas KTI.

Dr. Jan Setiawan, M.Si selaku Ketua Jurnal URANIA menyatakan bahwa “Jurnal URANIA berada di Sinta 2, mudah-mudahan dapat meningkat menjadi Sinta 1”, dan beliau juga mengatakan bahwa jurnal URANIA ruang lingkupnya sangat spesifik tentang daur bahan bahar nuklir.    

Dr. Lukman, ST, M.Hum dari Ristek-BRIN sebagai narasumber memaparkan  tentang  Jurnal yang ada di BATAN memiliki 26 jurnal yang masih hidup telah menggunakan OJS, yang terakreditasi sebanyak 9 jurnal sehingga 17 jurnal yang harus segera diakreditasi, yang mempunyai peringkat 1 ada 1 jurnal dan peringkat 2 ada 8 jurnal.  Untuk mencari referensi saat ini sudah mudah dapat dilihat dari Garuda. Di Garuda jurnal bisa masuk yang terakreditasi maupun yang tidak  terakreditasi. Sistem akreditasi jurnal saat ini telah menggunakan online. Dengan Sinta kita mengetahui posisi Indonesia berada diperingkat berapa di Asia, posisi BATAN dari 4698 institusi diposisi 56 yang mana dahulu berada diposisi 53. Kenaikan posisi BATAN disebabkan adanya peneliti perekayasa yang telah mendaftarkan diri sebanyak 532 peneliti. Jumlah dokumen artikel di BATAN ada 464, namun masih banyak yang sifatnya konferensinya yaitu 406. Kinerja BATAN di dalam scopus berdasarkan subyek ternyata kolaborasinya lebih banyak dari dalam negeri, masih kurang kolaborasi dengan luar negeri.

Dr. Lukman menyampaikan masih banyak pelanggaran yang dilakukan dalam pembuatan artikel dan sering terjadi dalam KTI adalah : Fabrikasi (membuat untuk menipu); Falsifikasi (mengubah untuk menipu); Plagiat (menjiplak karya orang); Kepengarangan tidak sah (menambah atau mengurangi nama pengarang secara tidak etis); Konfik Kepentingan (kompromi atau penyimpangan dari netralitas); Pengajuan Jamak (Publikasi berulang atas satu artikel yang sama; Manipulasi agar jurnal artikel banyak). Anjani adalah alat ukur untuk mengetahui pelanggaran dalam KTI yang sudah publish. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi dapat belajar dari ruang kerja. Dr. Lukman menyampaikan beberapa masukan jika Jurnal URANIA ingin menjadi jurnal internasional harus berbahasa Inggris, editornya harus dari 5 benua, memperbaiki tampilan dalam websitenya serta penyeragaman penyebutan nama jurnalnya.

Prof. Evvy Kartini menjelaskan bahwa sekarang jamannya mobile bisa segera tahu apa yang akan ditulis, dan hati-hati dalam membuat tulisan jangan sampai mengakibatkan jurnal akreditasinya di cabut. Di dunia KTI yang harus dilihat adalah scopus, apabila belum masuk scopus maka kita belum dikenal oleh dunia. Kita harus mengikuti standar Internasional melalui scopus, dan pengurus jurnal harus profesional.  Diharapkan jurnal mempunyai roadmap sehingga jurnal mempunyai program-program yang jelas dan akan kita capai. Jurnal akan dikenal apabila kita sering mengadakan sosialisasi ke Universitas untuk menjaring artikel sehingga kita tidak kekurangan artikel dalam mempublikasikannya. Tulisan dalam jurnal harus berbahasa Inggris, dan jumlah artikel harus konsisten dan terbit tepat waktu, menggunakan editor yang telah masuk di dalam scopus. Dalam paparan terakhir beliau menginginkan “Kita dapat mengubah INDONESIA dengan tulisan dan ubahlah mindset kita untuk dikenal di Dunia”.