Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Uji Radiometalurgi PTBBN-BATAN

Bidang Uji Radiometalurgi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknik uji radiometalurgi .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir PTBBN-BATAN

Bidang Fabrikasi Bahan Bakar Nuklir mempunyai tugas melaksanakan pengembangan teknologi fabrikasi bahan bakar nuklir.....

Selengkapnya...

(Tangerang Selatan, 20/12/2019) Tungsten Inert Gas (TIG) atau yang sering disebut Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) adalah salah satu bentuk Arc Welding (Las Busur Listrik). Hasil las yang dihasilkan oleh GTAW pada hampir semua jenis logam bermutu tinggi. GTAW biasanya digunakan pada logam ringan seperti magnesium, aluminum, serta stainless steel.

PTBBN memiliki keterbatasan SDM yang ahli dalam pengelasan TIG, untuk itulah PTBBN menyelenggarakan kegiatan pemagangan teknik pengelasan TIG yang diikuti oleh para pegawai muda PTBBN dengan kegiatan yang bersinggungan dengan pengelasan TIG. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 16-20 Desember 2019 di ruang rapat gedung 65 PTBBN. Narasumber dalam kegiatan pemagangan ini Abdul Rojak purnabakti PTBBN dan Dadang pegawai senior PTBBN. Kedua narasumber ini merupakan pakar dibidang pengelasan TIG dan telah memiliki sertifikasi.

Dalam sambutannya Agus Sumaryanto selaku Kepala PTBBN menyampaikan, Ilmu yang dimiliki oleh Bapak Abdul Rojak perlu diwariskan, ini merupakan bagian dari nuclear knowledge management.

Agus Sartono selaku Ketua penyelenggara menyampaikan, “selama seminggu ini harap diperhatikan materi dari Pak Abdul Rojak rojak dan Pak Dadang. Ini baru tahap  pelatihan dasar, ketika kalian akan diteruskan ke proses sertifikasi, kalian sudah memiliki bekal pengalaman kehalian pengelasan,” ujar Agus.

“Image tukang las adalah pekerjaan kotor, dengan durasi waktu yang diberikan belumlah cukup untuk menguasai keahlian pengelasan. Namun saya berharap kalian mampu mengembangkan dari ilmu dasar yang saya berikan,” ujar Abdul Rojak dalam materi pembuka yang disampaikannya. (Sar)