WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 07/07/2020) Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) untuk mengadakan webinar Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Limbah B3 di Instalasi Bahan Bakar Nuklir secara daring pada Selasa, 7 Juli 2020 dengan tiga narasumber. Narasumber yang pertama yaitu W. M Yusmaman, S.ST, M.Si dari Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) yang memaparkan tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Limbah B3 di Instalasi Bahan Bakar Nuklir. Narasumber yang kedua yaitu Drs. Hendro dari Pusat Teknologi Limbah Radioaktif yang memaparkan tentang Kriteria Keberterimaan Limbah (Waste Acceptance Criteria). Narasumber yang ketiga yaitu Ir. Syarif Hidayat direktur operasional dari PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PT. PPLI) yang memaparkan tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Sambutan yang pertama disampaikan oleh Agus Sunarto, S.Kom selaku ketua panitia pelaksana webinar. Dalam sambutannya ketua panitia menyampaikan tujuan diadakannya webinar adalah untuk memberikan informasi terkait dengan pengelolaan limbah radioaktif dan limbah B3 kepada pekerja radiasi baik di lingkungan BATAN maupun industri yang berpotensi sebagai subjek penghasil limbah, mendapatkan data dukung sebagai bahan analisis perbandingan (benchmarking) untuk evaluasi pengelolaan limbah di PTBBN, menumbuhkan kepedulian terhadap dampak limbah radioaktif dana limbah B3 yang timbulkan (safe and secure dalam pengelolaan limbah), menguatkan eksistensi PTBBN dalam kegiatan pengelolaan limbah  radioaktif dan limbah B3, dan meningkatkan keterikatan (engagement) PTBBN dengan stakeholder.

Peserta yang mendaftar berasal dari instansi internal BATAN, instansi pemerintahan, lembaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan industri. Antusiasme pendaftar sangat besar, hal ini terlihat dari kapasitas tampung 100 orang yang disediakan oleh panitia telah terisi sebanyak 500 pendaftar dalam waktu 72 jam dari awal diumumkannya pendaftaran, untuk mengakomodir antusiasme tersebut panitia juga menyediakan live streaming via Youtube.

Sambutan yang kedua sekaligus pembuka acara disampaikan oleh Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M selaku Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir. Dalam sambutannya Agus memperkenalkan Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir kepada peserta webinar yang beragam baik dari lembaga pemerintah, industri, perguruan tinggi, maupun stake holders. Agus juga menyampaikan hasil litbangjirap PTBBN diantaranya Bahan Bakar Nuklir reaktor riset yang telah digunakan di Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy dimana reaktor riset ini merupakan reaktor riset terbesar di Asia Tenggara.

"Konsekuensi dari pelaksanaan litbangjirap bahan bakar nuklir adalah timbulnya limbah radioaktif maupun limbah B3. PTBBN telah melakukan pengelolaan limbah radioaktif dan limbah B3 mengikuti peraturan yang berlaku baik nasional dan atau internasional. Selain itu PTBBN secara berkala menerima inspeksi dari Badan Pengawas Nasional (BAPETEN) dan internasional (IAEA) sehingga pelaksanaan litbangjirap dapat terlaksana dengan aman dan selamat (safe & secure) namun tetap perlu melakukan perkembangan berkelanjutan (continuous improvement)," kata Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan fokus renstra PTBBN adalah peningkatan kualitas bahan bakar nuklir dengan tetap dan terus menyelenggarakan pengelolaan limbah yang safe and secure.

Materi pertama yang disampaikan oleh W. M. Yusmaman, S.ST, M.Si adalah tentang bagaimana pengelolaan limbah dihasilkan dari kegiatan litbangjirap di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut adalah limbah radioaktif dan limbah B3. Pengelolaan limbah yang dilakukan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan peraturan yang berlaku baik nasional maupun internasional. Selain itu kegiatan pengelolaan limbah radioaktif juga diawasi oleh BAPETEN dimana PTBBN selalu melaporkan kegiatan pengelolaannya secara periodik melalui SALT BAPETEN.

Materi kedua yang disampaikan oleh Drs. Hendro adalah tentang  kriteria keberterimaan limbah (Waste Acceptance Criteria/WAC) di PTLR yang merupakan satu-satunya pengolah limbah radioaktif di Indonesia. Penghasil limbah wajib memenuhi persyaratan yang ada di WAC sebelum mengirimkan limbahnya ke PTLR. Materi ketiga yang disampaikan oleh Ir. Syarif Hidayat adalah tentang pengelolaan limbah B3 khususnya pengelolaan limbah B3 dari laboratorium di instalasi yang sebagian besar adalah bahan kimia kadaluwarsa/"lab-pack". (KI)