WBK

.....

Slide item 8

.....

Slide Stop

.....

Slide item 1

Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Radiometalurgi PTBBN-BATAN.....

Selengkapnya...
Slide item 2

Instalasi Elemen Bakar Eksperimental PTBBN-BATAN

PTBBN BATAN memiliki fasilitas Instalasi Elemen Bakar Eksperimental .....

Selengkapnya...
Slide item 3

.....

Slide item 4

.....

Slide item 6

.....

WBS

.....

(Tangerang Selatan, 20/07/2020) PTBBN menyelenggarakan rangkaian kegiatan Nuclear Knowledge Sharing pada bulan Juli – Agustus Tahun 2020. Penerapan Knowledge Sharing dapat meningkatkan kemampuan berinovasi karyawan dalam hal menghasilkan dan menerapkan ide atau metode baru dalam proses kerja, hal ini sangat penting ditengah adanya pandemic covid-19 ASN dituntut tetap produktif dan dapat memberikan ide kreatif dalam menyelesaikan keterbatasan yang ada selama pandemik. Pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 dilaksanakan kegiatan knowledge pertama dengan materi Konduktivitas Panas Partikel dalam Bahan Bakar Nuklir oleh Dr. Ariyani Kusuma Dewi dan Kajian Pemilihan Teknologi PLTN Untuk Kalimantan Barat oleh Gagad Rahmadi, M.Sc.

Agus Sumaryanto selaku Kepala PTBBN dalam pembukaannya menyampaikan "untuk mencegah penyebaran Covid maka jaga jarak tetap dilaksanakan namun tetap produktif dengan mengisi kegiatan dengan sharing knowledge ini sehingga tidak hanya otak yang kita asah, fisik juga tetap kita jaga. Semoga kegiatan sharing knowledge ini bermanfaat bukan hanya untuk kita tapi juga orang lain," ujar Agus.

Dalam materinya, Ariyani Kusuma Dewi menyampaikan mengenai Estimasi panas konduktivitas pada pelet mikroenkapsulasi. Pelet mikroenkapsulasi atau lebih dikenal Fully Ceramic Microencapsulated (FCM) terdiri atas partikel TRISO yang tertanam dalam matriks SiC. Bahan bakar reaktor nuklir berkonsep FCM lebih banyak digunakan sebagai Accident Tolerant Fuel (ATF) pada reaktor jenis LWR. FCM ini memiliki keunggulan antara lain resisten terhadap pelelehan bahan bakar, resisten terhadap pelepasan gas fisi, resisten terhadap degradasi termal-mekanis, resisten terhadap produksi hidrogen, dan resisten terhadap proliferasi. Bahan bakar jenis FCM ini juga merupakan teknologi maju bagi HTGR, dimana matriks grafit diganti dengan matriks SiC yang berdensitas tinggi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Gagad Rahmadi, dalam materinya Gagad menyampaikan kajian pemilihan teknologi nuklir untuk Kalimantan Barat terbagi dalam 2 tahap. Kajian pertama dilakukan untuk reaktor dengan daya besar dan yang kedua reaktor dengan daya kecil (small modular reactor), saat ini kajian yang sudah dilakukan adalah kajian untuk reaktor daya besar. Reaktor yang dikaji ada 6 jenis reaktor, yaitu: EPR (Evolutionary Power Reactor), AP1000 (Advanced Power) , APR1400 (Advanced Power Reactor), HPR1000 (Hualong One),  ABWR (Advanced Boiling Water Reactor) , VVER1200 (Water- water Energetic Reactor). Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) dalam hal ini bertugas mengkaji dari sisi  bahan bakar tiap reaktor. Kajian untuk pemilihan reaktor meliputi design, material, teknologi bahan bakar hingga supplier untuk tiap reaktor. Hingga saat ini belum ada keputusan final untuk menentukan reaktor yang dipilih. (Msf/Dw/Gd)